Maafkan Kelakuannya, Tapi Korban Minta Polisi Pembanting Tetap Diproses Hukum

Brigadir NP saat meminta maaf kepada korban/Net
Brigadir NP saat meminta maaf kepada korban/Net

Seorang mahasiswa yang tengah melakukan aksi di depan Kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa, Banten mendapatkan tindakan banting ala smackdown dari aparat kepolisian yang tengah melakukan pengamanan unjuk rasa itu.


Atas tindakan represif tersebut, mahasiswa berinisial MFA (20) mengaku sudah memafkan tindak kekerasan yang dialaminya.

Meski begitu, MFA tetap meminta Brigadir NP diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

MFA mengatakan bahwa maaf darinya bukan berarti kasus penyelidikan atas kekerasan dihentikan. 

Saat ini, Brigadir NP sedang diperiksa Propam Polri terkait kasus kekerasan terhadap pendemo di depan Kantor Bupati Tangerang.

"Menerima permohonan maaf tersebut, kalau lupa enggak. Saya harap polisi untuk melakukan penindakan yang tegas ke oknum polisi yang melakukan tindakan tersebut," kata MFA, Rabu (13/10).

MFA berharap, aksi kekerasan ini tidak lagi terjadi pada mahasiswa lain saat menyampaikan aspirasi di depan publik. Apalagi aksi unjuk rasa dilindungi oleh undang-undang.

"Sebagai sesama manusia, saya memaafkan," kata MFA dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Sebelumnya, Kapolresta Tangerang, Kombes Wahyu Sri Bintoro juga menyampaikan maafnya atas nama institusi polisi.

"Kalau tadi yang bersangkutan, meminta maaf secara pribadi kepada korban. Kalau saya, Kapolresta Tangerang, meminta maaf kepada seluruh mahasiswa. Bapak Kapolda juga tadi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tadi, di mana oknum NP bertindak di luar SOP," ujar Kapolresta Tangerang.[]