Manajemen Holywings: Kami Minta Maaf kepada Umat Islam dan Nasrani serta Masyarakat Indonesia 

General Manager Project Company Holywings Indonesia, Yuli Setiawan di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/6)/RMOLJakarta
General Manager Project Company Holywings Indonesia, Yuli Setiawan di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/6)/RMOLJakarta

Manajemen Holywings Indonesia meminta maaf kepada umat Islam dan Nasrani, serta masyarakat Indonesia soal promosi minuman beralkohol yang menggunakan nama Muhammad dan Maria. 


Hal itu disampaikan General Manager Project Company Holywings Indonesia, Yuli Setiawan dalam rapat kerja monitoring dan evaluasi tempat hiburan di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/6). 

"Yang pertama-tama, kami minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada umat Islam dan Nasrani, maupun kepada seluruh umat beragama, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh kemasyarakatan dan organisasi organisasi kemasyarakatan di Indonesia," kata Yuli. 

Meski sudah meminta maaf, Yuli mengaku pihak manajemen tidak mengetahui soal promosi minuman beralkohol tersebut.

"Bahwa kami menyadari apa yang telah dilakukan tim kreatif atau promosi dari Holywings dan tidak diketahui pihak manajemen Holywings adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak dibenarkan yang menimbulkan kegaduhan di tengah tengah masyarakat Indonesia," kata Yuli. 

Yuli pun menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian. Saat ini enam karyawan Holywings sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami berjanji untuk lebih teliti dan cermat untuk promosi di sosmed agar kejadian serupa tidak terulang kembali," kata Yuli. 

Seperti diketahui sebelumnya, setelah sempat menimbulkan kegaduhan akibat dugaan penistaan agama, Pemprov DKI Jakarta akhirnya mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di ibu kota.  

Penutupan ini setelah Polres Jakarta Selatan menetapkan enam tersangka karena mereka mencatut nama Muhammad dan Maria dalam promosi minuman keras.

Selain itu, kafe dan bar tersebut juga dianggap melanggar administrasi lainnya. Mereka hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol. 

Artinya penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang, sehingga dilarang untuk diminum di tempat.  

Sedangkan, hasil pengawasan di lapangan, mereka menjual miras untuk minum di tempat secara legalitas, yang seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C dengan PB- UMKU KBLI 56301. 

Hasil itu membuat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Nomor e-0535/PW.01.02 mengeluarkan surat tentang  Rekomendasi Pencabutan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Rekomendasi Penutupan Tempat Usaha Holywings Group yang berada di Wilayah Provinsi DKI Jakarta, 12 outlet itu tersebar di empat kota, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. []