Manajer Holywings Kemang Ditetapkan Tersangka Kasus Kerumunan

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dan kerumunan di Kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan, berujung pada tindakan pidana. 


Pada hari ini, Jumat (17/9), Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya menetapkan salah seorang manager Holywings sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, manajer yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial JAS. Ia ditetapkan tersangta setelah dilakukan penyidikan oleh penyidik. 

"Ditetapkan satu ornag tersangka inisial JAS. Manajer Holywing. Sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Yusri kepada wartawan, Jumat (17/9). 

JAS disangkakan melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Tentang Wabah Penyakit menular. Selain itu, penetapan ini juga berdasarkan fakta bahwa Holywings Kemang sudah melakukan pelanggaran protokol kesehatan sebanyak tiga kali. 

"JAS sudah tiga kali diberi sanksi. Dia juga tidak memiliki scane barcode," jelas Yusri. 

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP DKI) juga sudah menjatuhkan sanksi penutupan selama PPKM dan denda Rp 50 Juta kepada Holywings di Kemang, Jakarta Selatan. 

Sanksi tersebut dijatuhkan lantaran Holywings kedapatan melanggar peraturan selama PPKM Level 3 di DKI Jakarta.

Pelanggaran pertama adalah menimbulkan kerumunan, dan kedua adalah melebihi jam operasional yang telah ditetapkan. []