Mangkrak Era Jokowi-Ahok, Proyek Waduk Brigif Berhasil Dirampungkan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Ruang Limpah Sungai Brigif di Jagakarsa, Jakarta, Kamis (6/10)/Ist
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Ruang Limpah Sungai Brigif di Jagakarsa, Jakarta, Kamis (6/10)/Ist

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Waduk Brigif yang berada di kawasan Cimpedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (6/10).


Lokasi yang disebut sebagai "ruang limpah sungai" ini menjadi salah satu dari empat waduk yang dibuat untuk pengendalian banjir di Jakarta.

Pembangunan waduk yang akan digunakan sebagai pengendali banjir itu diketahui digagas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) tepatnya tahun 2014 silam.

Namunya setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden, pembangunan Waduk Brigif mangkrak.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pun tak mampu menuntaskan proyek tersebut.

Keberhasilan Anies menuntaskan pembangunan Waduk Brigif memperoleh apresiasi dari aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Harianto Sinulingga.

Hal itu disampaikan Andi melalui cuitan akun Twitter-nya @AndiSinulingga yang dikutip redaksi, Jumat (7/10).

"Aji gile!!. Kok tiba2 dah jadi aja waduk sebesar ini, kapan groundbreakingnya nih?" tulis Andi.

"Waduk ini janji beberapa gubernur, termasuk Jokowi, tapi terbentur masalah pembebasan lahan, tak gampang memang, tapi lagi2 Anies tuntaskan dgn baik & hasilnya lebih keren," sambungnya.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi membuka Ruang Limpah Sungai Brigif di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (6/10). 

Ruang limpah bertujuan ini mendayagunakan nature based solution guna mengurangi kerusakan lingkungan dalam upaya mengendalikan air berlimpah di sungai penyebab banjir.

"Ini project pertama berbasis alam untuk menyelesaikan masalah limpahan air sungai," kata Anies di Jagakarsa.

Selain Waduk Brigif, pembangunan juga dilakukan di Ruang Limpah Sungai Lebak Bulus serta Ruang Limpah Sungai Pondok Ranggon. Anies berharap pembukaan ruang parkir air ini dapat terus berkelanjutan.

"Tiga waduk ini jangan jadi tiga terakhir, ini adalah tiga pertama untuk seluruh wilayah Jakarta," kata Anies.

Ruang Limpah Sungai ini merupakan bagian dari proyek 942 yang digagas oleh Pemprov DKI dalam membangun 9 polder, 4 waduk, dan 2 sungai. Proyek ini disebut sebagai upaya untuk mengendalikan banjir. 

"Harapannya bila terjadi hujan yang cukup ekstrem di kawasan hulu maka lahan seperti ini bisa menampung air agar volume air yang masuk ke dalam kota itu terkendali," demikian Anies. []