Masih Pandemi, Pasar Jaya Diminta Kembangkan Sistem Belanja Daring

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Pandemi Covid-19 yang masih mewabah membuat sejumlah aktivitas masyarakat tidak bisa dilakukan secara leluasa. Tak terkecuali aktivitas jual beli yang ada di pasar-pasar tradisional. 


Aktivitas jual beli di pasar tentu melibatkan banyak orang, bahkan hingga menimbulkan kerumunan. Dengan begitu masyarakat akan berpotensi tertular Covid-19. 

Untuk itu, PD Pasar Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta diminta untuk mengembangkan sistem jual beli secara daring. 

Menurut Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta, Zainal, arahan mengembangkan sistem jual beli daring itu berdasar usulan rapat penyusunan draf rencana setrategis penanganan pandemi Covid-19. 

"Rencana itu kami tindaklanjuti dalam rangka penyempurnaan perbaikan renstra. Jadi kami sudah sepakat agar ini ditindaklanjuti bidang ekonomi," kata Zainal di Jakarta, Kamis (10/6). 

Terpisah, perwakilan Badan Pembina Usaha Milik Daerah (BPBUMD) DKI Jakata, Husni Mubarak menyampaikan, laporan keuangan tahunan PD Pasar Jaya menurun. 

Penurunan, kata dia, terjadi pada laba operasional perusahaan di mana pada Tri Wulan I 2021 masih mengalami defisit. 

Diharapkan pengembangan sistem daring ini bisa memicu peningkatan penjualan sehingga defisit tersebut bisa tertutupi dengan tetap memperhatikan kesehatan masyarakat dan pelaku usaha dalam hal ini pedagang. []