Member Endus Dugaan Manipulasi Trading DNA Pro, Kerugian Capai Rp 10 Triliun

Kuasa Hukum Member 007, Yasmin Muntaz/Ist
Kuasa Hukum Member 007, Yasmin Muntaz/Ist

Korban penipuan atau member berkedok robot trading yang dilakukan PT DNA Pro Akademi /PT Digital Net Aset mengklaim telah merugi hingga Rp 10 Triliun.


Kerugian yang dialami member Paguyuban 007 terjadi menyusul pihak kepolisian menahan salah satu petinggi DNA Pro Akademi Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe dan ada dugaan manipulasi trading yang dilakukan pihak manajemen DNA Pro 

"Sebelum ditangkapnya Daniel Abe, telah terjadi manipulasi trading yang dilakukan oleh PT DNA Pro Akademi / PT Digital Net Aset dengan cara merekayasa margin call (kerugian besar). Dana member yang diperkirakan sekitar Rp 10 Triliun hilang dalam satu hari (dana mereka bahkan menjadi minus)," ucap Kuasa Hukum Member 007, Yasmin Muntaz di salah satu kafe di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (27/4). 

Yasmin menyebut awal mula kerugian saat tanggal 19 April 2022 para member tidak bisa mengakses trading mereka. Lima hari berselang, dana para member begitu saja hilang tanpa diketahui mereka. 

"Tanggal 19 April 2022 telah terjadi manipulasi trading oleh perusahaan robot trading DNA Pro sehingga member menjadi rugi dan dana mereka menjadi minus. Dengan kata lain, dana milik 200 ribuan member DNA Pro hilang  (yang menurut taksiran sementara sebesar 10 triliun rupiah), aksi tersebut baru terungkap 6 hari kemudian, yakni pada 25 April 2022 lalu," kata Yasmin. 

Yasmin bersama para member pun meminta pertanggung jawaban pihak manajemen DNA Pro. 

Bukan hanya itu, Yasmin juga mempertanyakan soal kegiatan operasional manajemen DNA Pro yang sempat oleh jajaran Kemendag pada akhir Januari 2022. 

"Yang patut dipertanyakan, mengapa aksi trading tersebut (yang masuk kategori sebagai kegiatan operasional) tiba-tiba bisa dilakukan perusahaan setelah dihentikan kegiatan operasionalnya (disegel) oleh jajaran Kemendag sejak akhir Januari 2022 lalu?" Tanya Yasmin. 

Hal ini diperparah dengan withdraw atau modal awal para member tidak bisa dicairkan. 

"Diharapkan aliran dana dari member ke broker melalui pihak ketiga yakni exchanger menjadi terang-benderang.  Supaya dapat diketahui apakah dana dari member oleh exchanger betul-betul disetorkan kepada broker atau disetorkan ke pihak-pihak lain," kata Yasmin. 

Pihak member yang tergabung dalam Paguyuban 007 juga telah melapor ke pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya. 

Dalam kesempatan yang sama, K salah satu member berharap agar dana yang diinvestasikan di robot trading DNA dapat kembali. 

Sebab, K menginvest dana tersebut untuk menghadapi pandemi covid-19. 

"Kalau saya karena pandemi Covid-19, dan usaha berhenti total dengan masuk DNA nantinya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, makan. Sebenarnya tidak ada iming-iming dari orang lain dan lihat profit bagus," tandas K.[]