Menuju Satu Semester Pemerintahan Jokowi-JK

SEORANG pemimpin negara yang tak mengerti secara mendasar masalah yang sedang dihadapi oleh rakyat dan bangsa, rentan diperalat atau dijadikan petugas oleh beragam kepentingan jahat (nasional serta multi-national) untuk tujuan mengeruk kekayaan negara.


Saat ini ada kecenderungan kuat Presiden dan mayoritas pejabat negara dijadikan sebagai petugas, seluruh institusi negara ditempatkan sebagai alat, untuk kepentingan jahat para individu serta perusahaan.

Bila dilihat program Pemerintahan Jokowi-JK yang katanya berambisi membangun infrastruktur, bangun tol laut, jalan tol, pembangkit listrik 35.000 MW, dan lain-lain, sebetulnya mereka tak sedang membangun bangsa negara melalui pembangunan infrastruktur.

Tapi mereka sedang menjadikan Presiden Jokowi yang lemah dalam kepemimpinan sebagai alat atau petugas untuk tujuan mengeruk serta membesarkan perusahaan keluarga kelompoknya.

Bagaimana mungkin menjalankan projek infrastruktur untuk rakyat bangsa, sementara di saat yang sama, lingkaran utama Pemerintahan Jokowi-JK didominasi orang-orang yang berhasrat untuk mengeruk kekayaan melalui projek serta mencari celah untuk merampok.

Sebagian besar gubernur, bupati yang jadi unjung tombak penggerak pembangunan justru aktif merampok kekayaan negara, sibuk bolak-balik ke Jakarta menggalang dukungan parpol untuk mendapatkan tiket calon kandididat pilkada, para birokratnya didominasi pejabat korup.

Lalu, adakah alasan cukup kuat untuk meyakinkan kita bahwa pemerintahan Jokowi-JK akan berhasil menyelesaikan masalah bangsa negara yang sudah kronis?

Karena itu, kita membutuhkan persatuan, pengorbanan dari segenap pemuda, mahasiswa, jurnalis, para prajurit muda saptamargais, untuk bangkit berjuang menata ulang negara kembali ke Pancasila dan UUD 1945 (untuk disempurnakan).

Oleh Haris Rusly, Petisi 28