Motif Pasutri di Tambora Culik Bayi Usia 5 Bulan karena Ingin Punya Anak

Polsek Tambora mengamankan pasangan suami istri penculik bayi/RMOLJakarta
Polsek Tambora mengamankan pasangan suami istri penculik bayi/RMOLJakarta

Pasangan suami istri SD (27) dan SM (41) telah berstatus sebagai tersangka kasus penculikan bayi IN yang masih berusia 5 bulan 26 hari. Keduanya mengaku menculik bayi itu karena ingin memiliki anak.


"Memang pengakuannya IN ini diambil untuk dijadikan anak," kata Kapolsek Tambora Kompol Rosana Albertina Labobar (Ocha), Senin (18/7). 

Setelah diculik dengan modus bermain bersama, SD membawa IN ke wilayah Madura, Jawa Timur dari Krendang, Tambora, Jakarta Barat.

Peristiwa itu bermula ketika pelaku berinisial SD yang merupakan tetangga meminta izin kepada nenek korban untuk bermain dengan IN, Rabu (13/7).

Nenek korban pun menolak lantaran IN saat itu sedang tidur. Saat nenek korban meninggal IN untuk sementara, SD langsung masuk ke kamar dan mengambil korban.

Selang beberapa jam kemudian, ibu korban  pulang dan mendapati anaknya sudah tidak ada di dalam rumah. Nenek beserta ibu korban pun curiga SD telah mengambil anaknya.

"Keduanya lalu  memeriksa ke rumah kontrakan SD. Namun rumah itu juga kosong," kata Ocha.

Atas peristiwa itu, keluarga korban langsung membuat laporan ke Polsek Tambora. Selang beberapa hari, tepatnya pada Sabtu (16/7) polisi menangkap SD beserta suaminya yang berinisial SM bersama korban di salah satu desa di  Madura, Jawa Timur.

Ocha memastikan pihaknya belum menemukan indikasi tindak penjualan anak yang dilakukan kedua tersangka.

"Kondisi anak langsung kita periksa dan sudah dinyatakan sehat," demikian Ocha.

Hingga kini, kedua tersangka masih mendekam di sel tahanan Polsek Tambora untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 76 F Jo 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman15 tahun penjara. []