MUI dan Dewan Masjid DKI Serukan Warga Tidak Salat Jumat di Masjid

Ilustrasi salat Jumat di sebuah masjid di Jakarta/Net
Ilustrasi salat Jumat di sebuah masjid di Jakarta/Net

Beragam antisipasi dilakukan untuk mengerem lonjakan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta.


Seperti yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta. 

Dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, kedua lembaga ini meminta masyarakat untuk sementara mengganti salat Jumat di masjid dengan salat Zuhur di rumah masing-masing.

Hal ini mereka sampaikan melalui Seruan Bersama MUI Provinsi DKI dan Pimpinan Wilayah DMI DKI tentang Penyelenggaraan Salat Rawatib dan Salat Jumat di Masa Pandemi Covid-19. Surat tertanggal 21 Juni 2021 itu bernomor B-170/DP-PXI/VI/2021 dan 2.1117/SB/DMI-DKI/VI/2021.

Dalam surat tersebut MUI dan DMI DKI menjelaskan, seruan untuk mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur ini, termasuk melakukan salat Rawatib di rumah, berlaku mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021. Atau sampai ada maklumat selanjutnya.

Dasar pertimbangan seruan MUI dan DMI DKI Jakarta ini adalah melihat perkembangan penyebaran kasus Covid-19 yang melonjak drastis hingga membuat DKI Jakarta dinyatakan sebagai Zona Merah.

Namun demikian, azan dan iqamah tetap dilakukan setiap masuk waktu salat.

MUI dan DMI DKI juga meminta pihak pengurus masjid maupun ulama untuk memanfaatkan pengeras suara di masjid dan musala untuk mengingatkan warga terhadap bahaya Covid-19. Untuk sementara waktu tidak melakukan perkumpulan atau pertemuan.

Menurut data corona.jakarta.go.id/id per 22 Juni 2021, saat ini ada 32.191 kasus Covid-19 aktif di Jakarta, di mana pada Selasa kemarin mengalami penambahan 131 kasus. Sementara total meninggal mencapai 8.014 orang. []