Musala di Pasar Gembrong Dibangun Pakai Dana Jemaah Salat Ied di JIS

Salat Idulfitri 1443 Hijriah di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara pada Senin (2/5)/Ist
Salat Idulfitri 1443 Hijriah di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara pada Senin (2/5)/Ist

Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta berencana membangun musala baru untuk korban kebakaran Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 237 juta yang diperoleh dari sumbangan jemaah salat Ied Idulfitri 1443 H di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara pada Senin lalu (2/5).


“Dari awal kami sudah sampaikan kepada jemaah yang salat Idulfitri di JIS, bahwa dana yang terkumpul akan disalurkan untuk pembangunan Musala Nurul Hidayah yang terbakar di Pasar Gembrong,” kata Wakil Ketua IV Baznas Bazis DKI Jakarta Mohamad Nasir Tajang di kantornya, daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/5).

Nasir mengatakan, sampai sekarang tim masih melakukan survei dan merancang desain musala yang terbakar di sana. Selain itu, pihaknya juga berencana menyiapkan rumah untuk korban kebakaran itu dengan mengalokasikan duit Rp 6 miliar.

“Tim sekarang lagi di sana agar lebih jelas dan ketika ada pembangunan fisik, aspek yang harus diperhatikan harus ramah terhadap bencana, ramah anak dan orangtua,” ujar Nasir.

Nasir berharap, infak dan sedekah yang diberikan kepada jemaah menjadi sebuah tradisi. Dengan begitu, Baznas dapat membangun kembali masjid, musalah atau pesantren yang dilanda musibah.

“Selama ini kan setiap ada salat, orang berkumpul kemudian ada penarikan dana atau sumbangan. Nah itu kami bisa bangun pesantren dan masjid, sekaligus menjaga akuntabilitas dana dari donatur,” kata Nasir.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan merevitalisasi Pasar Gembrong, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur yang terbakar beberapa waktu lalu. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini menyebut, proses revitalisasi akan dilakukan secara bertahap.

“Insya Allah pengerjaan revitalisasi kawasan ini segera dilaksanakan secara estafet mulai minggu depan, dengan menggelar koordinasi sera kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basnas Bazis DKI Forkompinda, perwakilan warga, juga pihak swasta,” kata Anies yang dikutip dari akun Instagram miliknya @aniesbaswedan pada Selasa (3/5).

Anies mengatakan, revitalisasi ini akan mengedepankan bangunan yang sesuai dengan kontur kawasan, memenuhi ketersediaan peralatan pemadam api ringan, ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan warga Dengan demikian, warga yang terdampak kebakaran, dapat kembali menempati hunian yang lebih baik.

Selain melakukan revitalisasi fisik bangunan, ke depan pemerintah juga akan mendampingi warga untuk memahami konsep lingkungan yang seat dan asri. Seperti sanitasinya, pencahayaan, ketersediaan sumur resapan, mitigasi kebencanaan dan faktor manajemen lingkungannya, sehingga saat mereka menempati kawasan yang sudah direvitalisasi, warga memiliki gaya hidup dan kebiasaan baru, khususnya untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi. []