Oknum DPRD Pandeglang Diduga Lakukan Pelecehan, Korban Lapor Polisi

Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum DPRD Pandeglang Lapor Polisi/Ist
Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum DPRD Pandeglang Lapor Polisi/Ist

Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Pandeglang berinisial Y dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang remaja perempuan berusia 18 tahun.


Wakapolres Pandeglang Kompol Andi mengonfirmasi adanya laporan kasus pelecehan seksual melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang. 

Namun, laporan tersebut sempat dicabut oleh pihak korban pada 28 Mei 2022. 

“Tiba-tiba korban yang didampingi dari dinas Perlindungan Perempuan dan Anak mencabut laporannya, padahal menurut penyidik sedang dalam proses pemeriksaan saksi dan tiba-tiba minta dilanjut lagi LP nya pada penyidik dimana betul yang dilaporkan itu inisial Y oknum anggota dewan,” kata Andi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (24/11). 

Padahal, sebelum pencabutan laporan, Polres Pandeglang sudah melakukan pemeriksaan. 

Hasilnya, pelaku dapat ditetapkan tersangka dengan ancaman pidana 9 tahun. 

“Dari hasil visum ada tanda-tanda pencabulan dan menurut APH (Aparat Penegak Hukum) sudah memenuhi unsur dan terduga pelaku bisa ditetapkan jadi tersangka,” tutur Kompol Andi sambil menjelaskan akan mempertemukan kembali antara pelaku dan korban. 

Adapun awal mula kasus sendiri saat korban mengantar kue pesenan pelaku dan menyuruh masuk ke dalam rumah untuk menemui istrinya. 

Namun, istri pelaku sedang tidak ada di dalam rumah. 

"Awalnya pada Kamis (21/04) sekitar jam 15.30 Wib di rumah pelaku di Kecamatan Majasari, Kab. Pandeglang, korban mengantarkan kue, pelaku menyuruh agar korban masuk ke dalam rumah menemui istri pelaku, namun ternyata istri pelaku sedang tidak ada di rumah," kata Andi. 

Saat itu, pelaku menanyakan harga kue yang dipesan istrinya dan memberikan uang tersebut pada korban. 

Pelaku yang gelap mata, langsung melecehkan korban dengan meraba beberapa bagian tubuh korban. “Pas masuk, ternyata tidak ada siapa-siapa. Terus pelaku menanyakan harga pesanan berapa. Korban jawab Rp75 ribu. Lalu pelaku masuk ambil uang dan ngasih Rp100 ribu," kata Andi. 

"Karena tidak ada kembaliannya, terus pelaku bilang ambil saja kembaliannya sambil mengusap kebagian dada korban dan mulai pada tanggal 22 November 2022 status perkaranya sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan," kata Andi.[]