Pagar JIS Roboh, Wahyu Gerindra Sebut Jakpro Lalai Edukasi Penonton

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto/Ist
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto/Ist

Komisi B DPRD DKI Jakarta memanggil PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terkait insiden robohnya pagar pembatas tribun Jakarta International Stadium (JIS) saat grand launching pada Minggu lalu (24/7).


Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto menilai Jakpro telah lalai memberikan edukasi kepada penonton JIS. Salah satunya soal tidak adanya peringatan di seputar JIS terkait apa yang boleh dilakukan, atau dilarang saat menggunakan fasilitas JIS.

"Misalnya peringatan untuk tidak duduk di pagar yang roboh tersebut," kata Wahyu, Selasa (2/8).

“Kalau bapak sudah taruh di situ tanda dilarang diinjak, dilarang diduduki, tapi masih ada yang duduki, ya maaf. Berarti bukan salah kita,” sambungnya.

Menurut Wahyu, peringatan kepada penonton tersebut memang terbilang remeh tapi sangat besar manfaatnya.

 “Makanya itu kalau di pesawat ada line, ada garis. Kalau tiba-tiba mati lampu mati itu penting,” kata politikus Gerindra ini.

Selain itu, Wahyu juga mendorong dilakukan audit secara menyeluruh terkait pembangunan JIS.

"Uang yang dipakai untuk membangun JIS itu kurang lebih Rp 4,5 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, kok kejadian yang memalukan itu bisa terjadi. Ini jelas menjadi pertanyaan besar bagi kami," demikian Wahyu. []