Pak Anies Terima Kasih, Warung Padang dan PKL Menggeliat Lagi

Ketua DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta Irwandi/Ist
Ketua DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta Irwandi/Ist

Penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta terus menunjukkan hasil positif beberapa waktu terakhir. Kasus aktif, pemakaman protokol Covid-19, hingga pasien yang dirawat di rumah sakit (RS) mulai menurun. Jakarta merupakan salah satu dari sejumlah daerah yang menerapkan PPKM Darurat, PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 sejak awal Juli 2021.


Ketua DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta Irwandi menilai bahwa Anies Baswedan membuat kebijakan tepat dan tegas dalam menangani pandemi Covid-19.

"Langkah paling berani oleh Pak Anies adalah konsisten terapkan PPKM," kata Irwandi dalam keterangannya, Selasa (14/9).

Irwandi mengungkapkan, keberhasilan menekan angka penularan Covid-19 di Jakarta dalam tempo cepat telah menunjukkan bahwa Anies adalah gubenur terbaik di Indonesia.

"Buktinya banyak pejabat pusat dan kepala daerah yang memuji Pak Anies," kata Irwandi.

Kesuksesan Anies ini otomatis berimbas ke perekonomian warga Jakarta.

Irwandi menuturkan, pedagang warung Padang, pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang kecil lainnya mulai merasakan ekonomi yang menggeliat kembali. 

"IKM mengucapkan terima kasih kepada Pak Anies," kata Irwandi.

Irwandi menekankan,  keluarga besar IKM DKI Jakarta sangat mengapresiasi kinerja Anies yang selalu memperjuangkan warganya.

"Pak Anies adalah calon pemimpin masa depan yang menjadi harapan warga Minang," tegas Irwandi.

Diketahui, Anies menerapkan sejumlah strategi untuk menekan angka Covid-19 di Jakarta.

Pertama memperkuat testing. Kapasitas tes swab PCR untuk mendeteksi Covid-19 di DKI tergolong tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyampaikan target tes WHO adalah 1.000 orang per sejuta penduduk per minggu. 

Artinya target WHO untuk Jakarta adalah 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu," kata Dwi.

Kedua, Anies  menambah tempat isolasi dan bed rumah sakit.

Anies menetapkan 184 lokasi isolasi terkendali dalam rangka penanganan Covid-19 di ibu kota. Ratusan tempat isolasi tersebar di 5 kota dan 1 kabupaten wilayah Jakarta.

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 891 Tahun 2021 tentang Penetapan Lokasi Isolasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Lokasi Isolasi dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Selain itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per Senin (13/9), dilakukan tes PCR sebanyak 15.378 spesimen. 

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 13.840 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 187 positif dan 13.653 negatif. 

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 260 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 3.681 (orang yang masih dirawat/ isolasi). 

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 854.929 kasus. 

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 837.805 dengan tingkat kesembuhan 98%, dan total 13.443 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,7%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,2%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 10.095.359 orang (112,9%), dengan proporsi 62% merupakan warga ber-KTP DKI dan 38% warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 7.147 orang. 

Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 6.911.009 orang (77,3%), dengan proporsi 64% merupakan warga ber-KTP DKI dan 36% warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 19.688 orang.

Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 85,6% dan untuk dosis 2 sebanyak 67,1%. 

Sementara warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 119,7% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 78,6%. 

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 89,5% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 78,0%. 

Terakhir, vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 208.126 orang dan dosis 2 sebanyak 178.772 orang.[]