Pancing Konflik Agama, Ahok Layak Diskualifikasi

RMOL. Pengamat Kebijakan Publik, Sudarsono Hadisiswoyo mengatakan, KPU DKI Jakarta layak mendiskualifikasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai salah satu peserta Pilgub DKI 2017.


Sebab, Ahok sudah seringkali bikin gaduh, bahkan berpotensi memicu konflik antar agama dan etnis.

"KPU harus bersikap tegas.  Karena pernyataannya sering memicu konflik antar agama dan juga etnis‎," kata Sudarsono, Minggu (9/10).

Menurut Sudarsono, Ahok tidak sekali ini membuat gaduh.

"KPU harus bersikap segera mungkin agar keamanan serta stabilitas nasional dalam berpolitik menjadi tenang kembali dalam dalam bingkai kebhinekaan tunggal ika," ujar Sudarsono

Sekadar diketahui, sejak Rabu (5/10), beredar video YouTube berjudul 'Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah 51'.

Dalam video tersebut, Ahok terlihat mengatakan, "Bapak Ibu ndak Bisa memilih Saya. dibohongi pake surah Al-Maidah 51 dan macem-macem itu. Itu hak bapak ibu. Ya, jika Bapak Ibu perasaan tidak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, ya enggak apa-apa?Karena inikan panggilan pribadi bapak-ibu.Program ini jalan saja. Jadi, bapak ibu tak usah merasa enggak enak dalam nuraninya enggak bisa memilih Ahok." [ipk]