Pasangan Kekasih Pembuat Surat Swab Antigen dan PCR Palsu Terancam Hukuman 6 Tahun

Pengungkapan kasus surat hasil swab antigen dan PCR palsu melalui media sosial di Polda Metro Jaya/Ist
Pengungkapan kasus surat hasil swab antigen dan PCR palsu melalui media sosial di Polda Metro Jaya/Ist

Aparat kepolisian menangkap pasangan kekasih yang membuat surat hasil swab antigen dan PCR palsu melalui media sosial.


Dua tersangka berinsial NI dan NFA itu ditangkap di Tangerang, Banten, Sabtu (10/7).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes  Yusri Yunus mengatakan, dua tersangka itu memiliki peranan masing-masing dalam melakukan pemalsuan keterangan hasil swab antigen dan PCR itu.

Tersangka NI berperan menawarkan pembuatan surat swab antigen dan PCR melalui beberapa media sosial. 

Dia menawarkan orang akan mendapatkan surat hasil uji usap tanpa melalui proses yang sebenarnya.

"Modus menawarkan swab atingen, PCR dan vaksin palsu melalui akun FB dengan nama @ranima****," kata  Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/7).

Untuk kasus kedua, NI menawarkan jasa pemalsuan surat vaksin juga menawarkan kartu BPJS dan NPWP palsu lewat media sosial.

"Menawarkan jasa pembuatan NPWP, BPJS, membuat kartu vaksin palsu dengan harga Rp 100 ribu," kata Yusri.

Menurut Yusri, pengungkapan kasus seperti ini sudah enam kali dilakukan oleh Polda Metro Jaya

"Kemarin ada empat, ini ada dua lagi," kata Yusri.

"Untuk kedua tersangka kami kenakan Pasal 263 dan atau 268 KUHP, Pasal 35 juncto Pasal 51 Undang-Undang ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara," demikian Yusri.[]