Pasca Banjir, SDA Evaluasi Pompa Air

Keberadaan pompa air menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting saat musim hujan tiba. Hal itu guna meminimalisir luapan air yang dapat mengakibatkan banjir.


Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, pasca banjir akan mengevaluasi pompa air yang dimiliki Pemprov DKI.

"Ke depan karena lihat situasi seperti itu, kita harus mengevaluasi dengan meninggikan pompa yang ada. Jadi di lokasi-lokasi yang selama ini kita anggap rawan," ujar Juaini di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/1).

Juaini menambahkan, untuk pompa-pompa yang terendam banjir, akan dilakukan pengeringan sehingga dapat kembali difungsikan.

"Karena nggak dihidupkan, jadi cuma ngeringin doang. Ketika udah kering bisa dipake lagi," jelasnya.

Adapun pompa air yang terendam banjir, Juani menerangkan, hanya ada sekitar 10 pompa. Diantaranya yang berada di daerah Teluk Gong, Semanan, Kampung Melayu, Kampung Pulo serta Jati Pinggir.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah menjelaskan Pompa Air yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta saat ini berjumlah 478 unit yang tersebar di 126 lokasi dan 122 pompa air mobile.

Anies menyatakan pompa yang digunakan tersebut digunakan secara bergantian. Artinya tidak semuanya digunakan secara waktu yang bersamaan.

"Misal terpasang 10, pada saat yang sama cuma tujuh (dinyalakan) tiga istirahat. Nanti gantian lagi istirahat. Semata-mata supaya tidak terjadi kegagalan pompa. Tapi sistemnya sudah ada," ujar Anies di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (5/1).