Peluncuran Buku Prananda Prabowo Prakarsa Edha Bertepatan dengan Haul Bung Karno

Peluncuran buku Prananda Prabowo dan Haul Bung Karno/Ist
Peluncuran buku Prananda Prabowo dan Haul Bung Karno/Ist

Peringatan haul Bung Karno ke 52 tahun menjadi momen spesial bagi Perhimpunan Pekerja Mandiri (PPM), Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI), dan Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker). Sebab ketiga organisasi tersebut turut memperingati dengan meluncurkan buku 'Prananda Prabowo Prakarsa Edha'.


Ketua PPM Fikri Badrus Zaman mengatakan bulan Juni menjadi waktu yang tepat untuk meluncurkan buku Prananda Prabowo karena dijuluki sebagai bulannya Bung Karno. Sehingga tidak salah apabila buku Prananda Prabowo sebagai cucu Bung Karno bisa diterbitkan di bulan yang penuh makna tersebut.

"Momentum bulan Juni ini saya rasa sudah sangat tepat untuk launching buku Mas Muhammad Prananda Prabowo, karena bulan Juni adalah bulannya Bung Karno," kata Fikri dalam acara ' Launching Buku Prananda Prabowo Prakarsa Edha, Inisiatif Mulia Untuk Mempersatukan Akar Sejarah Untuk Kejayaan Negeri' di Jakarta, Sabtu (26/6).

Sementara itu, Penulis buku Prananda Prabowo Prakarsa Edha, Muhammad Sidik menuturkan, dengan ditulisnya buku tersebut ia berharap yang bersangkutan bisa tetap menjaga nilai-nilai luhur dan kebangsaan sang proklamator baik dalam bidang politik, ekonomi maupun budaya. Selain itu, buku tersebut juga ditulis dengan tujuan agar nilai-nilai Sukarnoisme bisa terus dibumikan.

"Ya tentu saja sesuai dengan maknawi judul tersebut agar ada sosok yang bisa menjadi pemrakarsa baik, dengan niat baik, dan kolektifitas yang terajut antara generasi tua, muda juga milenial dalam upaya bersama membumikan nilai-nilai Sukarnoisme, Marhaenisme sesuai perkembangan dan tantangan zaman," terang Sidik.

Sidik menyebut, Prananda Prabowo bisa dianggap sebagai domain, objek imaginer sekaligus secara riil yang dipandang bisa menjadi teladan, pemimpin tengah, dan mampu merajut semua ikhtiar ini.

"Prakarsa edha akan lahir disepenjuru negeri. Insan-insan nusantara yang paham dengan jatidirinya, berdaulat, berdikari untuk diri dan bangsa negara," katanya.

Kemudian, Ketua Umum GMRI Eko Sriyanto Galdendu mengatakan bahwa terbitnya buku Prananda Prabowo Prakarsa Edha merupakan buah karya dari Generasi muda PPM, bersama JAKER dan GMRI.

Ia menyebut momen ini sebagai suatu kerinduan dan harapan kepada penerus Jiwa Soekarno. Melalui buku ini, ia mencoba mencari tahu dimana keberadaan sebenarnya daripada penerus jiwa Soekarno.

"Apakah penerus jiwa dan cita - cita Bung Karno ada pada putera dan puterinya atau penerus jiwa Soekarno akan diberikan kepada Puteri puteri terbaik bangsa ini. Ujar 

Terakhir, Ketua Umum Jaker Tri Okta menambahkan, ia berharap haul Bung Karno ke 52 ini menjadi momentum untuk menemukan kembali api perjuangan Bung Karno dan membumikan ke generasi kekinian. 

"Semakin menguat nya budaya timur ditengah globalisasi menggugah anak bangsa untuk bangkit menyambut tata dunia baru dengan kembali ke nilai nilai gotong royong dan kerakyatan," tandas Okta.[]