Pembenci Anies Akhirnya Kecewa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Ist
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Ist

SEJAK Rabu pagi (7/9) hingga malam hari, sekumpulan pembenci Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar unjuk rasa di di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Mereka menuntut KPK agar menetapkan Anies sebagai tersangka dalam dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E yang dibuat-buat oleh elite parpol anti Anies di DKI Jakarta.

Kenapa dibuat-buat? Karena audit BPK sebelumnya menyatakan penyelenggaraan Formula E tidak ada temuan. 

Sementara di media sosial, pembenci Anies lainnya baik yang terkoordinasi maupun freelance tidak henti-hentinya sejak pagi hingga sore secara bergelombang melakukan serangan kepada Anies.

Mereka berharap KPK menetapkan Anies sebagai tersangka atau minimal Anies keluar dari KPK dengan muka pucat dan kusut serta buru-buru meninggalkan KPK. 

Dengan begitu mereka bisa mendapat bahan bakar untuk melakukan serangan selama tiga bulan ke depan. Apalagi Anies saat memasuki KPK tidak memberikan statement apapun.

 Ia hanya memberi salam dengan mengacungkan ibu jari dan mengucapkan terima kasih kepada para wartawan yang meliput di KPK. 

Ketika Anies memasuki waktu 10 jam lebih dimintai keterangan oleh KPK, para pembencinya sumringrah, karena harapannya seakan menjadi kenyataan. 

Berbagai rencana para pembenci Anies sudah memenuhi otak mereka. Hingga memasuki waktu 11 jam, harapan semakin tebal di dalam diri pembenci Anies. Serangan semakin gencar. 

Tiba-tiba semua berubah. Suasana di media sosial terasa hening. Para pembenci Anies seakan mematung dan terkunci jari dan mulutnya, begitu melihat Anies keluar dari KPK dengan wajah segar dan senyum ceria.

 Sungguh di luar ekspetasi mereka. Mereka terpana dengan pemandangan Anies yang melakukan jumpa pers kepada media dan dengan ekspresi wajah gembira.

"Alhamdulillah, hari ini kami diundang untuk membantu. Kami selalu siap hadir untuk membantu apa yang dibutuhkan oleh KPK. Insya Allah dengan keterangan yang kami sampaikan tadi akan bisa membuat menjadi terang. Sehingga isu yang sedang didalami akan bisa menjadi terang benderang, dan memudahkan KPK dalam menjalankan tugas," kata Anies.

Terlebih ketika di tengah kerubungan wartawan, Anies malah diteriaki Anies preside. Makin tergembok jari dan mulut para pembenci Anies.

Dan sampai Rabu malam jam 20.00 WIB hanya satu buzzer yang berkomentar. Itu pun dengan komentar yang datar, padahal sejak pagi terus menyalak garang. 

Mas Anies lagi-lagi bikin kecewa. Bikin kecewa pembencinya karena keluar KPK dengan wajah ceria dan senyum lepas. 

Kasihan mas, mereka sudah sejak pagi hingga petang menanti dan berharap Mas Anies keluar dengan wajah kusut dan pergi cepat-cepat meninggalkan Gedung KPK. 

Jangan begitulah Mas Anies. []

Penulis adalah Ketua Rekan Indonesia