Pemerintah Ditantang Buka-bukaan Soal Stok Daging

RMOL. Anggota Komisi IV DPR, Hermanto, menantang pemerintah membuktikan stok daging sapi cukup hingga dua bulan ke depan, agar para pedagang yang mogok berjualan bisa kembali beraktivitas dan melayani konsumen.


"Bukti bahwa stok daging sapi cukup, adalah tersedia di pasar dan dijual dengan harga yang wajar. Tapi, yang terjadi saat ini, di banyak pasar, terutama di Bandung, daging sapi tidak tersedia karena pedagangnya mogok jualan," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada RMOLJakarta, Selasa (11/8).

Menurutnya, masih tingginya harga daging sapi semenjak Ramadan hingga kini, menunjukkan adanya indikasi penahanan stok masuk ke pasar. Karena itu, dia mendesak aparat segera bersikap.

"Terjunkan aparat untuk mengontrol tata niaga daging sapi dari hulu ke hilir. Lalu, tertibkan semua pihak yang melakukan penahanan stok tersebut," tegas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Hermanto pun meminta pemerintah terus melakukan operasi pasar secara berkelanjutan hingga harga daging sapi kembali normal. Namun, jika tak kunjung stabil, menunjukkan stok tidak cukup.

"Untuk mencukupinya, upayakan berasal dari produksi dalam negeri," jelas politikus dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat I tersebut.

Seandainya stok produksi dalam negeri tak mencukupi kebutuhan masyarakat, dia meminta pemerintah tak kembali melakukan impor. "Kalau volume impor tidak berkurang, maka pembangunan peternakan kita gagal," tandas Hermanto. [tah]