Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Pelaku Pungli

Balai Kota DKI Jakarta/Net
Balai Kota DKI Jakarta/Net

Warga masyarakat yang mendapati praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) di wilayah DKI Jakarta diminta untuk segera melapor ke kantor pemerintahan atau kepolisian terdekat. 


Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, pihaknya akan segera menindak tegas para preman dan pelaku pungli yang meresahkan masyarakat tersebut. 

"Kami minta masyarakat melapor apabila menemukan pungli, kami nanti kami akan tindak lanjuti," katanya di Plaza Slipi Jaya, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (11/6).

Penegasan pria yang akrab disapa Ariza itu menyusul atensi Presiden Joko Widodo terkait praktik pungli yang sering kali menyasar para sopir kontainer di sejumlah depo di Jakarta Utara. 

"Saya setuju dengan Pak Jokowi, pungli tidak dibenarkan di manapun, tidak hanya di Tanjung Priok," kata Ariza.

Sejauh ini, puluhan pelaku pungutan liar (pungli) yang meresahkan para sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara diamankan aparat kepolisian. 

Wakil Kepala Polres Jakarta Utara, AKBP Nasriadi menjelaskan, pihaknya menangkap sebanyak 24 orang pelaku pungli.

"Pengungkapan kasus (karena) atensi Presiden terhadap sindikat pungli di depo daerah Jakarta Utara," kata Nasriadi, di Jakarta, Jumat (11/6). 

Nasriadi menerangkan, 24 orang pelaku pungli itu ditangkap dari dua tempat berbeda. Sebanyak 12 orang ditangkap di Depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta KBN Marunda dan 12 orang lainnya di Depo PT Greating Fortune Container (GFC) Indonesia Terminal. []