Penerapan Nilai Pancasila, Kominfo Minta Masyarakat Sopan saat Bermedsos

Diskusi Siberkreasi/Repro
Diskusi Siberkreasi/Repro

Kecanggihan teknologi digital di era modern perlu dibarengi dengan kemampuan filterisasi untuk menyaring informasi yang memberi pengaruh buruk dan mengancam eksistensi nilai-nilai luhur bangsa.


Anggota Komisi I DPR Subarna meminta masyarakat untuk bijak menggunakan internet dan sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku dan juga kaidah Pancasila. 

"Kita sebagai warga Indonesia yang baik berfalsafahkan Pancasila, kita harus bisa menunjukan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, menjaga sopan santun, meskipun kita berada di dunia digital," kata Subarna dalam acara "Ngobrol Bareng Legislator" bertajuk Tema Internalisasi Nilai Pancasila Dan Bhineka Tunggal Ika Sebagai Warga Negara Digital, Kamis malam (23/6). 

Lebih spesifik, media sosial juga mampu menjadi sarana sosialisasi dan menginternalisasi nilai Pancasila ke masyarakat. 

Salah satu caranya dengan membagikan unggahan konten positif dengan menujukkan nilai kerukunan warga di tengah perbedaan agama, suku, ras dan budaya. 

"Memperlakukan orang lain dengan adil dan manusiawi. Tidak menghujat atau mencaci maki, tapi dengan memberikan masukan agar kita bisa saling menghormati perbedaan," kata Subarna. 

Sementara itu Ketua Relawan TIK Indonesia, Fajar Eri Dianto mengatakan, pentingnya kaidah Pancasila dalam di media sosial untuk mencegah masifnya budaya asing yang masuk dan menggeser budaya luhur bangsa Indonesia. 

"Lakukan pemberdayaan kepada masyarakat (internalisasi Pancasila). Arrinya nilai luhur bangsa kita harus tetap dibawa ke ranah digital. Ini akan menjadikan netizen tidak lagi disebut tidak beradad," ujar Fajar. 

Senada dengan Fajar, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, peningkatan penggunaan teknologi tertutama media sosial perlu diimbangi literasi digital. 

“Kominfo memiliki peran sebagai regulator, fasilitator, akselerator bidang digital Indonesia. Berbasis empat pilar utama yaitu, kecapakan digital, budaya, etika dan keamanan digital,” kata Semuel. 

Masyarakat diajak untuk mendapatkan Informasi ter up to date mengenai perkembangan teknologi digital dan media sosial dengan mengikuti kegiatan Zoom Bareng dan kegiatan seru lainnya di info.literasidigital.id atau follow media sosial @Siberkreasi.[]