Pengamat: Universitas Itu Pelita Kegelapan, Bukan Mendamba Kekuasaan

Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic, and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun/Net
Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic, and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun/Net

Pemberian gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Pertahanan kepada Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menunjukkan adanya problem dalam dunia akademik di Indonesia dewasa ini. 


Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic, and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Kamis (10/6). 

Menurut pria yang akrab disapa Ubed itu, pemberian gelar kehormatan kepada Megawati itu menegaskan posisi Universitas yang berada dalam bayang-bayang kekuasaan. 

"Universitas kehilangan independensinya," kata Ubed. 

Ubed menjelaskan, harusnya Universitas bisa hadir memberikan jawaban atas permasalahan suatu bangsa. Bukan sebaliknya, yang malah menjadi "hamba" bagi kekuasaan. 

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu lantas menjelaskan sejumlah peranan Universitas. Di antaranya sebagai penerang kegelapan, pengembang ilmu pengetahuan, pembangun rasionalitas, penegak kebenaran ilmiah, hingga pembela kemanusiaan dan demokrasi. 

"Universitas harusnya jadi pelita kegelapan, bukan untuk mendamba pada kekuasaan dan mabuk gelar kehormatan. Apalagi memperjualbelikan," tegasnya. 

Lebih jauh Ubed menyampaikan, universitas yang dalam sejarah bahasanya disebut Universitas magistrorum et scholarium itu harusnya menjadi tempat berkumpulnya para kaum terpelajar dan intelektual. Mereka inilah yang akan merawat maruah akademik, dan tidak merubuhkannya. 

Universitas, imbuhnya, semakin memiliki marwah ketika temuan-temuan baru ilmu pengetahuan dan teknologi dicapai oleh para akademisinya karena kejujuran akademiknya. 

"Selain itu marwah universitas juga akan hadir karena perannya dalam memberi kontribusi bagi perubahan, menyuarakan kebenaran secara ilmiah, bukan melanggengkan kezaliman yang menindas kemanusiaan," pungkasnya. 

Rencananya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, akan mendapatkan gelar Profesor Kehormatan (gurubesar tidak tetap) bidang ilmu pertahanan bidang kepemimpinan strategik dari Universitas Pertahanan pada Jumat besok (11/6). []