Penghuni Somasi Pengembang Apartemen Signature Park Grande

Muara Karta/Ist
Muara Karta/Ist

Seorang warga bernama Novri Haryandi melayangkan somasi kepada pengembang Apartemen Signature Park Grande yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur.


Kuasa hukum Novri, Muara Karta mengatakan, saat ini tingkat hunian di Apartemen Signature Park Grande sudah mencapai 60 persen, namun hingga kini belum dilakukan akta jual beli alias AJB.

Karta mengatakan, Novri dan pembeli unit apartemen baru sebatas menanda tangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang isinya lebih banyak mengatur dan sanksi untuk pembeli (konsumen)

"Hampir tidak ada yang mengatur kewajiban dan sanksi untuk pengembang, sehingga PPJB terkesan tidak seimbang hak dan kewajiban," kata Karta kepada wartawan, Jumat (17/9).

Bukan cuma itu, Karta melanjutkan, selama hampir lima tahun pengelolaan apartemen masih dikelola pengembang. Sementara pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun atau PPPRS seperti diamanatkan UU No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun dan PP No13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Rumah Susun belum terbentuk.

"Penghuni Apartemen Signature Park Grande saat ini resah karena ketidakjelasan soal AJB  dan pembentukan PPPRS," kata Karta.

Padahal saat memasarkan unit apartemen, menurut Karta, pengembang menjanjikan AJB satu tahun beres.

"Sekarang sudah hampir lima tahun tidak jelas kepastiannya," kata Karta.

Sedangkan PPPRS sementara saat ini dibentuk oleh pengembang tanpa sepengetahuan pemilik atau penghuni apartemen.

Masalah lain yang disoroti penghuni, Karta melanjutkan, terkait besaran pengenaan service charge dan pungutan lainnya yang seenaknya.

Karena itulah Karta mendorong Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta agar turun tangan dan tegas menegakkan aturan terhadap pengembang Apartemen Signature Park Grande. []