Penjara Badan Sudah Tidak Ditakuti, Firli Bahuri Janji Miskinkan Koruptor

Ketua KPK, Firli Bahuri/lst
Ketua KPK, Firli Bahuri/lst

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan akan memiskinkan para koruptor dengan cara merampas harta kekayaan para pelaku korupsi agar jera.


Hal itu ditegaskan langsung oleh Firli saat memberikan sambutan dalam acara Launching Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (29/11).

Firli mengatakan, korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa dan menjadi perhatian KPK. Karena, kejahatan korupsi tidak sekadar merugikan keuangan negara dan merugikan perekonomian negara, tetapi korupsi juga merampas hak-hak rakyat.

"Mungkin kita tidak sadar hak-hak kita diambil oleh para pelaku koruptor, tapi yang pasti tujuan negara akan gagal apabila kita membiarkan terjadinya korupsi," ujar Firli seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa siang (29/11).

Oleh karena itu, KPK melakukan strategi pemberantasan korupsi. Yakni, melakukan pendidik masyarakat supaya memiliki perhatian, sehingga tidak ingin melakukan korupsi.

Selanjutnya, strategi perbaikan sistem dengan cara pencegahan supaya tidak ada sistem yang memberikan peluang dan celah untuk terjadinya korupsi.

"Karena sesungguhnya sistem yang baik, pastilah tidak ada kesempatan untuk melakukan korupsi," kata Firli.

Kemudian strategi pemberantasan korupsi yang ketiga adalah, melakukan tindakan tegas terhadap para koruptor agar takut untuk melakukan korupsi.

"Caranya? Setiap orang yang melakukan korupsi, tidak hanya kita ajukan dan kita tuntut dengan penghukuman pidana badan. Tapi jauh dari itu, kita lekatkan dengan tindak pidana pencucian uang, sehingga seluruh harta kekayaan para koruptor bisa dirampas oleh negara, dan pelaku koruptornya menjadi miskin," tegas Firli.

Karena kata Firli, para koruptor tidak takut hanya dihukum penjara badan. Para koruptor takut jika harta kekayaannya dirampas dan dimiskinkan.

"Ternyata bukan takut dipenjara, tapi takut jadi miskin. Jadi kalau seandainya bapak-bapak tidak mau jadi miskin, jangan melakukan korupsi," pungkas Firli.[]