Penumpang KRL Stasiun Palmerah dan Karet Melonjak Drastis

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba/RMOLJakarta
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba/RMOLJakarta

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, terjadi lonjakan penumpang di Stasiun Palmerah dan Karet, Senin (3/5). Hal ini terjadi akibat penghentian operasional KRL di Stasiun Tanah Abang pukul 15.00-19.00 WIB.


"Tercatat jumlah pengguna di Stasiun Palmerah mencapai 12.464 orang atau bertambah 49 persen dibanding waktu yang sama Senin (26/4) pekan lalu di waktu yang sama, yaitu 8.333 orang," kata Anne dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/5).

Selain stasiun Palmerah, stasiun alternatif lainnya yang mecatat kenaikan jumlah pengguna adalah Stasiun Karet.

"Naik 73% dibanding Senin pekan lalu pada waktu yang sama. Hingga pukul 21.00 hari Senin, Stasiun Karet telah melayani 7.535 pengguna," kata Anne.

Bukan hanya di dua stasiun tersebut, kenaikan penumpang secara perlahan juga terjadi di seluruh stasiun.

Tercatat hingga Senin pukul 21.00 WIB jumlah pengguna KRL di seluruh stasiun mencapai 455.627 orang atau bertambah sekitar 7% dibanding Senin (26/4) pekan lalu di waktu yang sama yaitu 423.623 orang.

 Stasiun Tanah Abang sendiri mencatat volume pengguna mencapai 31.325 orang.

Karena itulah KCI Commuter melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penyesuaian layanan di hari pertama ini. Selanjutnya mulai Selasa (4/5) pengguna KRL akan diizinkan transit atau berganti kereta di Stasiun Tanah Abang.

Meskipun demikian, Stasiun Tanah Abang tetap tidak melayani pengguna yang hendak keluar maupun masuk stasiun pada pukul 15.00 - 19.00 WIB.

Seperti diketahui, tidak adanya pelayanan naik atau menurunkan penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang terjadi karena adanya penumpukan penumpang beberapa waktu belakang.

Lokasi Pasar Tanah Abang yang dekat dengan stasiun membuat penumpang berjubel, padahal dalam masa pandemi Covid-19 semua orang wajib menjaga jarak satu dengan lainnya.[]