Pepen Maksa Minta Hibah untuk Bangun Flyover, Crossing dan PJU

Polemik antara Pemkot Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta dipastikan tidak terkait masalah persampahan atau dana kompensasi bau sampah, melainkan permintaan dana kemitraan atau dana hibah.

Demikian ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota, Senin (22/10).

Menurut Anies, Pemprov DKI sudah selesai menunaikan kewajibannya kepada Pemkot Bekasi dengan memberikan dana hibah sebesar Rp 194,8 miliar untuk tahun 2018.

Anies mengaku pada bulan Februari 2018 lalu memang ada pertemuan antara Pemkot Bekasi dengan Pemprov DKI.

Dalam pertemuan itu, Pemkot Bekasi menginginkan adanya bantuan yang sifatnya kemitraan, yakni di luar urusan persampahan.

"Kemudian dikirimkanlah surat, terjadi pertemuan selanjutnya pada bulan Mei (2018), dan diminta perinciannya (oleh Pemprov DKI) karena waktu itu (Pemkot Bekasi) mengajukan beberapa proyek," kata Anies.

Proyek yang dimaksud yakni pembangunan Flyover Rawa Panjang Rp 188 miliar, proyek flyover Cipendawa Rp 372 miliar, pembangunan crossing Buaran Rp 16 miliar dan peningkatan fasilitas penerangan jalan umum (PJU) Kota Bekasi Rp 5 miliar.

"Ini di luar perjanjian soal sampah, mereka (Pemkot Bekasi) minta anggaran seperti itu. Lalu Pemprov DKI minta perinciannya. Mungkin tidak Pemprov memproses tanpa ada perincian? Hanya dengan gelondongan kayak begini? Tidak mungkin kan!," tegas Anies.

Sejak pertemuan bulan Mei, Pemkot Bekasi tak kunjung memberikan rincian yang jelas kepada Pemprov DKI. Barulah pada 18 Oktober 2018 rincian itu diterima oleh Pemprov DKI.

"Baru keluar ini semua, padahal sudah diminta sejak bulan Mei, sementara tim terus merespon tapi data tak kunjung datang," pungkas Anies.

Seperti diberitakan, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen akhirnya mengklarifikasi pernyataannya beberapa hari yang lalu terkait sulitnya berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pepen sempat mengatakan bahwa untuk berkomunikasi dengan Anies seperti menembus tujuh lapis langit.

"Komunikasi saja seolah-olah berhubungan dengan tujuh lapis langit," kata Pepen, Sabtu (20/10) lalu.

Namun setelah mendatangi Balai Kota DKI Jakarta dan bekomunikasi langsung dengan Anies, Pepen mengaku telah dihubungi dua hari yang lalu.

"Memang kemarin ada yang sulit, ternyata dua hari yang lalu Pak Gubernur sudah menghubungi saya," kata Pepen di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/10).

Pepen mengaku saat ini sudah menyimpan nomor ponsel Anies untuk membahas Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar dua wilayah ini.

"Alhamdulillah saya juga udah dapet nomor Gubernur. Kapan saja saya bisa berkomunikasi dan kapan saja hal-hal yang berkenaan dengan sinergitas komunikasi kemitraan maupun juga kerjasama bisa kita selesaikan," ujar Pepen.(dod/han)