Peradilan Terbuka Kasus Teroris Berimbas Positif ke Densus 88

Mantan narapidana teroris Sofyan Tsauri/Repro
Mantan narapidana teroris Sofyan Tsauri/Repro

Penanganan kasus-kasus terorisme selama tiga tahun terakhir yang lebih humanis berimbas positif terhadap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.


"Ini perlu kita apresiasi. Hampir semua kasus terorisme di Indonesia itu dihadapkan di pengadilan dan itu terbuka," kata Sofyan. dalam acara "Catatan Demokrasi" bertema "Densus 88 Dituding Islamphobia" di TvOne, Selasa malam (12/10).

Sofyan mengatakan, lewat peradilan terbuka maka publik bisa melihat dan meliput secara lengkap.

"Siapa saja bisa mengeceknya, bahkan tidak ada rekayasa disana. Media massa bisa mengakses," kata Sofyan.

Sebelumnya, Anggota Komisi DPR RU Fadli Zon mengusulkan agar Densus 88 Antiteror Polri dibubarkan.

Fadli Zon menilai, kondisi zaman telah berubah, dan narasi-narasi islamfobia yang belakangan marak semakin akut karena menjadi komoditas.

"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas," kata Fadli Zon dalam cuitan akun Twitter pribadinya, Rabu (6/10).[]