Pesisir Jakut Terancam Rob, BPBD DKI Siapkan Mitigasi

Tim dari  BPBD Provinsi DKI Jakarta mengecek pompa, dan mempersiapkan logistik untuk antisipasi banjir rob di wilayah Jakarta Utara/Kominfotik Jakarta Utara
Tim dari BPBD Provinsi DKI Jakarta mengecek pompa, dan mempersiapkan logistik untuk antisipasi banjir rob di wilayah Jakarta Utara/Kominfotik Jakarta Utara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah bersiaga terhadap prediksi kenaikan muka air laut (rob) di pesisir Jakarta Utara.


Salah satu yang disiapkan adalah pendistribusian logistik untuk wilayah rawan hingga akhir pekan mendatang. 

"Puluhan petugas disiagakan di Kelurahan Kamal Muara, Kawasan Pasar Ikan, dan Muara Angke," kata Koordinator Wilayah Jakarta Utara, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Jaelani saat dikonfirmasi, Selasa (9/8). 

Nantinya, petugas bersiaga di ketiga lokasi sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB. 

Sementara  petugas akan berkeliling ke setiap pintu air untuk mengukur tinggi muka air yang terjadi untuk dilaporkan kepada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Provinsi DKI Jakarta pada siang harinya. 

"Jadi kami ada yang standby (siaga) di lokasi, berkeliling ke pintu-pintu air, ada pula yang siaga di posko (on call)," kata Ahmad. 

Bila terjadi rob, petugas langsung berkoordinasi dengan petugas posko untuk bersiaga menyiapkan logistik, berupa perahu dan tenda. Di waktu bersamaan, warga pun langsung diungsikan apabila rob makin tinggi. 

"Apabila terjadi rob tinggi kami langsung berkoordinasi dengan pengurus RT/RW dan kelurahan untuk mendirikan tenda di lokasi yang tidak tergenang," tutupnya. 

Sejauh ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Maritim Tanjung Priok mengeluarkan peringatan dini banjir rob pesisir wilayah Jakarta Utara. Banjir Rob diprediksi terjadi pada Minggu (7/8) hingga Sabtu mendatang (13/8).[]