Polisi Ungkap Fakta Baru Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres

Lokasi penemuan Mayat di Kalideres/RMOLJakarta
Lokasi penemuan Mayat di Kalideres/RMOLJakarta

Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya Polisi mengungkap kembali fakta baru soal penemuan mayat satu keluarga yang berisi empat orang  di Kalideres, Jakarta Barat.


Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut salah satu korban bernama Budyanto Gunawan (69) hendak menjual rumah. 

"Salah satu penghuni ataupun yang meninggal di rumah tersebut atas nama almarhum Budyanto ini menghubungi secara proaktif terhadap saksi ini untuk menjual rumah tersebut," kata Hengki, Senin (21/11). 

Bukan hanya rumah, Hengki menyebut Budyanto diduga hendak menjual sejumlah peralatan rumah tangga mulai dari blender, unit AC dan lainnya. 

Setelah itu Budyanto bertemu dengan pihak mediator. Namun ada hal yang janggal disini, karena Budyanto langsung menyerahkan sertifikat asli rumah tersebut agar cepat terjual. 

Mediator pun menolak sertifikat asli tersebut, namun saat hendak dikembalikan Budyanto menolak. 

"Hal yang sangat tak lazim di sini, pada saat ditemui mediator ini langsung diberikan sertifikat asli ini. Kemudian karena waktu itu sempat putus asa tidak ketemu pembelinya karena hendak dijual Rp 1,2 miliar, akhirnya dikembalikan sertifikat kepada Budyanto, tetap ditolak, disuruh pegang lagi," kata Hengki. 

Proses jual beli rumah rupanya berlangsung hingga pertengahan Mei. Mediator yang bertemu dengan salah satu pegawai koperasi simpan pinjam hendak melihat lokasi rumah. 

Akhirnya, dua orang mediator dan petugas koperasi simpan pinjam mendatangi rumah korban. Saat pintu dibuka, bau busuk dan anyir begitu terasa dari dalam rumah. 

"Begitu buka gerbang langsung terasa bau busuk yang dirasakan pada 13 Mei," kata Hengki. 

Saat ditanya mediator dan petugas koperasi, Budyanto berdalih bahwa bau tak sedap berasal dari got yang lupa dibersihkan. Mediator dan petugas koperasi juga bertemu dengan Dian (40) anak dari Margaretha Gunawan (68). 

Kepada mediator yang meninjau rumah, Dian bersikukuh bahwa ibunya belum meninggal dunia. 

"Saat pegawai koperasi simpan pinjam  menyatakan, wah ini (Margareth) sudah menjadi mayat, jawaban Dian adalah, 'ibu saya ini masih hidup. Tiap hari masih saya berikan minum susu'," kata Hengki. 

Mendengar dan melihat hal itu, para saksi kemudian keluar rumah menemui rekannya dan tidak kembali lagi. 

Namun, saat hendak pergi, Budyanto berpesan dan meminta saksi itu untuk tidak melaporkannya ke lingkungan RT atau polisi. 

"Saat keluar ketemu saksi yang lain, salah satu saksi dikejar oleh Budyanto 'tolong Pak, jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT atau pun warga sini' dan ternyata tidak dilaporkan," kata Hengki. 

Dalam peristiwa ini, empat korban diidentifikasi atas nama Rudyanto Gunawan (71) dan sang istri Margaretha Gunawan (68). Lalu, anak dari keduanya bernama Dian (40) dan yang terakhir Budyanto Gunawan (69), ipar dari Rudyanto.  

Polisi menyebut semua korban yang ditemukan tewas tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuhnya.[]