Politisi PKS: No Mudik, No Cry!

Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli/Net
Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli/Net

Pemerintah resmi menerapkan larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah mulai 6 hingga 17 Mei mendatang.


Kebijakan tersebut diambil dalam rangka menekan penyebaran virus corona baru alias Covid-19.

Pelarangan mudik ini pun mendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat. Ada yang mendukung langkah pemerintah, namun tidak sedikit yang merasa kecewa. 

Alhasil banyak masyarakat yang masih nekat mudik secara diam-diam. Bahkan ada yang sudah mencuri start sebelum larangan mudik diterapkan. 

Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan, mudik telah menjadi budaya yang mendarah daging di Tanah Air.

Sehingga untuk mengubah pola pikir tersebut diperlukan peran serta dari semua pihak. Tak terkecuali kaum milenial. 

"Karena mindset ini sudah melekat erat di kalangan masyarakat, perlu upaya ekstra keras untuk mengubahnya, supaya kembali ke jalan yang benar," kata Taufik saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Kamis (6/5). 

Taufik menuturkan, yang seharusnya dilakukan saat hari raya adalah menyambung silaturahmi dan hal itu bisa dilakukan dengan banyak cara.

Terlebih di zaman teknologi seperti saat ini, semua dapat dilakukan secara daring. 

"Para Influencer muda mesti ikut bertanggung jawab menyelamatkan negara kita dari Covid-19," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. 

"Misalnya dengan membalik pendapat bahwa 'Mudik Itu Harus' menjadi 'Gak Mudik, Tetep Asyik' atau 'No Mudik, No Cry' atau 'Mudik? Tinggal Click', " demikian kata Taufik. []