PRIMA DMI Dukung Pencanangan Plasma Konvalesen Menko PMK

Donor plasma konvalesen/lst
Donor plasma konvalesen/lst

Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI) mendukung pencanangan gerakan nasional pendonoran Plasma Konvalesen yang disiasati oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.


PRIMA DMI juga mengimbau para penyintas Covid-19 untuk tergerak menyambut gerakan voluntary ini demi alasan kemanusiaan dan melengkapi segala ikhtiar untuk menolong mereka yang sedang berjuang melawan ganasnya Covid-19. 

"Upaya strategis dan taktis dalam menghadapi wabah Covid-19 ini perlu mendapatkan dukungan dan semua pihak. Termasuk adanya gerakan donor Plasma Konvalesen, " kata ketua Umum PP PRIMA DMI Muhammad Arafat, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (19/1). 

Alasan mendukung pencanangan itu kata dia, karena kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Bahkan penambahan tersebut selalu tembus rekor baru. 

"Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membendung dampak buruk penyebaran wabah ini dan melindungi warga negaranya yang rentan menjadi korban," tuturnya. 

Ia juga mengatakan, sekarang ini vaksinasi sudah mulai berjalan dan pemerintah juga menyosialisasikan vaksin kepada masyarakat Indonesia. 

Dengan adanya vaksin Corona ini diharapkan bisa menjadi salah satu counter-measures terhadap tingginya laju kasus positif Corona yang masih terus terjadi. 

"Bagaimanapun, menyandarkan upaya korektif melalui vaksinasi di masa yang masih kritis ini sejatinya belum mencukupi. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah vaksin yang tersedia dan juga belum beredarnya Vaksin Merah-Putih yang dinanti-nanti," katanya. 

Pemerintah kata dia, terus mengupayakan masyarakat dan penanggulangan Covid-19 terus dioptimalkan dalam hari hari yang akan datang. 

Adanya pencanangan gerakan nasional pendonoran Plasma Konvalesen yang diambil dari para penyintas Covid-19 merupakan salah satu counter-measures pelengkap yang perlu diperhatikan dan dipraktekkan secara luas. 

Hal ini dikarenakan penggunaan plasma darah yang baru dipelopori sejak medio 2020 ini memiliki prospek dan manfaat yang signifikan. 

"Utamanya dalam mengurangi resiko terjadinya gangguan pernapasan berat (severe respiratory disease) yang merupakan moda kematian tersering Covid-19, " kata dia. 

Sementara itu, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, donor konvalesen merupakan salah satu upaya untuk membantu menyelamatkan mereka yang masih terjangkit Covid-19. 

"Karena sudah terbukti dengan adanya plasma konvalesen itu banyak pasien Covid-19 yang terselamatkan," ujar Menko PMK saat melakukan kunjungan ke Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, Kramat Raya, Jakarta Pusat. 

Muhadjir mengimbau kepada para penyintas yang telah sembuh dari infeksi virus untuk melakukan donor plasma konvalesen yang dapat menyelamatkan pasien Covid-19.

"Saya mohon kepada penyintas yang telah disembuhkan oleh Allah, oleh Tuhan dari wabah Covid-19 ini. Sekarang saatnya untuk memberikan bantuan memberikan sebagian dari berkahnya kepada saudara-saudaranya yang sekarang sedang mengalami cobaan," tuturnya. 

Muhadjir Effendy menyampaikan potensi dari donor plasma konvalesen hingga tiga bulan ke depan dapat dilihat dari jumlah pasien rumah sakit yang telah sembuh dari Covid-19 pada periode November-Desember 2020.

Adapun jumlah mantan pasien yang sembuh pada periode November 2020 sebanyak 37.837 orang terdiri dari laki-laki sebanyak 15.626 dan perempuan 17.177. 

Sedangkan yang sembuh pada periode Desember 2020 sebanyak 48.272 orang terdiri dari laki-laki 19.936 dan perempuan 21.915.

"Potensi tersebut, khususnya pria, perlu digerakkan untuk mendonorkan plasmanya sehingga pasien yang sedang dalam perawatan di rumah sakit memiliki peluang selamat lebih besar," tutur Menko PMK.

Ia menjelaskan bahwa digunakannya plasma konvalesen sebagai terapi tambahan pasien Covid-19 dilatarbelakangi oleh plasma pasien yang telah sembuh Covid-19 diduga memiliki efek terapeutik karena memiliki antibodi terhadap SARS-Cov-2.

Sementara itu, plasma konvalesen diambil dari pasien yang didiagnosa Covid-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19. 

Ditandai dengan dua kali pemeriksaan swab menggunakan RT-PCR dengan hasil negatif.

"Untuk mengurangi risiko kematian maka diperlukan tindakan untuk meningkatkan imun salah satunya yaitu melalui terapi plasma konvalesen ini," ungkap Muhadjir.

Syarat Donor Kovalesen

Menurutnya, seseorang dapat mendonorkan plasmanya sampai kira-kira 3-4 kali selama kurang lebih 3 bulan. Namun untuk dapat menjadi pendonor selain memenuhi kadar titer antibodi, juga harus memenuhi berbagai syarat lain sebagai donor darah biasa.

Beberapa syarat selain harus sudah dinyatakan negatif setelah 2 kali pemeriksaan swab RT-PCR dan/atau swab antigen, juga mendapatkan surat keterangan sehat atau sembuh dari dokter/rumah sakit setempat, telah bebas gejala Covid-19 (demam/batuk/sesak napas/diare) sekurang-kurangnya 14 hari, usia 18-60 tahun, laki-laki, perempuan yang belum pernah hamil, berat badan minimal 55 kilogram, tidak memiliki penyakit penyerta yang bersifat kronis seperti gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, diabetes, darah tinggi tidak terkontrol.

"Untuk menghindari adanya pihak yang mengambil keuntungan dari pelaksanaan donor plasma konvalesen, kami menghimbau agar penyintas Covid-19 yang akan melakukan donor atau pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dapat langsung berhubungan dengan PMI atau RS yang ditunjuk," tegas Menko PMK. []