Protes Jokowi soal Pajak Sembako, Pedagang: Ini Gila

Presiden Joko Widodo/Net
Presiden Joko Widodo/Net

Rencana pemerintah menarik pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok alias sembako menuai kritik dari berbagai pihak, tak terkecuali komunitas pedagang. 


Salah satu kelompok pedagang yang menyuarakan protesnya adalah Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana penarikan pajak sembako tersebuut. 

Ketua IKAPPI, Abdullah Mansury menegaskan, pihaknya menolak dengan keras rencana penarikan pajak itu. Menurutnya, recana penarikan pajak ini merupakan upaya menyulitkan para pedagang pasar. 

"Kami memprotes upaya tersebut. Sebagai organisasi penghimpun pedagang pasar di Indonesia, kami akan melakukan protes kepada Presiden Jokowi," kata Abdullah dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Kamis (10/6). 

Abdullah menegaskan, omzet penjualan para pedagang pasar saat ini turun drastis. Ia menilai, harusnya pemerintah bisa memberikan solusi bukan malah menambah beban para pedagang. 

"Gila, kami kesulitan jual karena ekonomi turun, dan daya beli masyarakat rendah, mau ditambah PPN lagi? Gimana tidak gulung tikar?" tandasnya. 

Dalam rencana pajak sembako tersebut nantinya produk pertanian, peternakan, perkebunan, dan kehutanan akan menjadi objek pajak yang dikenai tarif PPN. 

Kebijakan tersebut diatur dalam revisi Undang Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). 

Penarikan tarif pajak barang sembako ini akan disesuaikan dengan beberapa opsi pertimbangan, di antaranya PPN Final 1 persen, tarif rendah 5 persen, atau tarif umum 12 persen. []