Puji Diri Sendiri, Megawati Dinilai Abaikan Adab Akademik

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri

Tulisan ilmiah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang akan dipaparkannya saat penganugerahan gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Pertahanan dinilai sebagai upaya memuji diri sendiri. 


Bukan tanpa alasan, penilaian tersebut muncul lantaran Megawati menulis karya ilmiah tentang dirinya sendiri dengan judul "Kepemimpinan Presiden Megawati Pada Era Krisis Multidimensi, 2001-2004". 

Pengamat sosial politik, Ubedilah Badrun menyampaikan, upaya penilaian diri sendiri yang dilakukan Megawati dalam karya ilmiahnya itu cukup aneh dan mengungkap jati diri seorang Megawati.  

"Soal isi materi pengukuhannya yang aneh karena menilai kepemimpinannya sendiri, itu menunjukkan betapa sangat subyektifnya seorang Megawati," kata Ubed saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Kamis (10/6). 

Ubed juga menerangkan pengamatannya terhadap apa yang dilakukan Megawati ini dari kacamata etika moral. Ia menilai, Presiden RI ke-5 itu mengabaikan adab akademik yang harusnya dijunjung tinggi oleh seorang akademisi, atau yang akan menjadi akademisi. 

"Secara etik moral karya ilmiah itu menunjukan hasrat kuat Megawati yang mengabaikan adab akademik," tandasnya.

Padahal, kata Ubed, pemberian gelar Profesor Kehormatan hendaknya tidak dilakukan serampangan. Universitas, sebutnya, juga harus melihat kualitas calon penerima gelar tersebut. 

Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan menerima gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Pertahanan pada hari Jumat, 11 Juni 2021. []