Puluhan Hoaks Bertebaran Selama PPKM Darurat

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Puluhan kabar bohong alias hoaks bersliweran selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali 3 Juli-20 Juli 2021.


Dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat ada 28 hoaks yang beredar di tengah masyarakat. Mulai dari seputar kebijakan PPKM Darurat hingga hoaks Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengharamkan salat Idul Adha di masjid saat PPKM Darurat diterapkan.

Dari 28 hoaks tersebut misalnya, soal hoaks PPKM Darurat untuk redam demo mahasiswa.

Melalui pesan berantai aplikasi percakapan WhatsApp menyebutkan bahwa PPKM Darurat untuk meredam aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar mahasiswa pada bulan Juli.

Padahal faktanya, PPKM Darurat merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi lonjakan Covid-19 yang melambung tinggi.

Lalu, ada hoaks terkait penerapam PPKM Darurat di wilayah Piyungan, Yogyakarta tidak membatasi kegiatan sampai pagi. 

Kemudian di Sukabumi muncul hoaks Pemkab Sukabumi meminta masyarakat pergi ke masjid selama PPKM Darurat. Padahal faktanya, informasi tersebut tidak benar dan narasi pada poster tersebut telah diedit.

Lalu, hoaks soal pendaftaran bantuan sosial alias bansos selama PPKM Darurat sebesar Rp 300.000. 

Faktanya, situs yang diklaim sebagai media pendaftaran dan pengecekan penerima bantuan Rp 300.000 di masa PPKM Darurat pada pesan tersebut adalah tidak benar.

Kemudian hoaks lain yakni Gereja Katedral Jakarta dibuka untuk ibadah saat PPKM Darurat. Pengumuman Pertamina tutup seluruh SPBU dukung PPKM Darurat dan tambal ban online saat PPKM Darurat.

Selanjutnya PPKM Darurat diperpanjang hingga 17 Agustus 2021. PPKM Darurat diperpanjang sampai tahun baru. Pemerintah resmi izinkan salat Idul Adha 1442 H berjemaah di wilayah PPKM Darurat. 

Lalu syarat buat KTP harus punya kartu vaksin Covid-19 hingga pawai obor jebol penyekatan di Puncak, Jawa Barat.[]