Realisasikan ITF Sunter dan LRT Jakarta Rawamangun-Manggarai Jadi Tugas Utama Iwan Takwin di Jakpro

Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono resmi menunjuk Iwan Takwin sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggantikan Widi Amanasto/Net
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono resmi menunjuk Iwan Takwin sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggantikan Widi Amanasto/Net

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono resmi menunjuk  Iwan Takwin sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggantikan Widi Amanasto.


Sebelumnya, Iwan Takwin merupakan Direktur proyek kereta ringan atau Light Rapid Transit (LRT) Jakarta dan Jakarta International Stadium (JIS) yang dibangun Jakpro.

Terbaru, Iwan Takwin ditugaskan untuk mewujudkan fasilitas pengolahan sampah atau Intermediete Treatment Facility (ITF) hingga mengembangkan LRT Jakarta sesuai yang direncanakan.

“Awalnya, Jakpro itu akan mendapatkan PMD sebesar Rp577 miliar. Namun, dari hasil rasionalisasi pembahasan RAPBD pekan lalu, Jakpro akan mendapatkan tambahan sekitar Rp400 miliar untuk Jakpro. Jadi total Jakpro mendapatkan Rp900 sekian miliar,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono kepada wartawan, Selasa (29/11).

Menurut Gembong, Jakpro ditugaskan untuk membangun ITF Sunter yang tak kunjung diwujudkan oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. 

Dirut baru Jakpro, kata Gembong, harus bisa mewujudkan pembangunan ITF untuk menyelesaikan persoalan sampah perkotaan.

“Awalnya kan ada 4 titik ITF yang akan dibangun, dua Jakpro dan dua lagi Sarana Jaya. Namun, kemarin disepakati membangun dulu satu, yakni ITF Sunter yang sudah tiga kali groundbreaking tapi tak kunjung dibangun. Maka, Jakpro mendapatkan Rp577 miliar untuk membangun ITF Sunter,” kata Gembong.

Gembong menegaskan, spesifikasi ITF Sunter yang akan dibangun Jakpro masih sama dengan rencana sebelumnya. Yakni, bisa mengolah kapasitas 2000 ton sampah per hari.

Bahkan, lanjut Gembong, pembangunan ITF Sunter ini mendapat dukungan tambahan lahan hingga 6 hektar yang baru dibeli Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sekitar Sunter.

“Kita fokus satu saja dulu dan terwujud, maka diteruskan ITF yang di Sunter itu. Yang pasti itu di sunter. lahanya sudah ada perluasan. Terus kemudian akses jalan, akses jalan sudah dibangun, nanti truk itu dari tol langsung masuk kesitu, itu udah nyiapin itu,” kata Gembong.

Selain ITF Sunter, lanjut Gembong, Jakpro juga ditugaskan meneruskan proyek LRT Jakarta dari Velodrome Rawamangun Jakarta Timur ke Manggarai, Jakarta Selatan. Trase LRT Jakarta yang dikembangkan ini, tegasnya, merupakan trase lama yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Tadinya, LRT Jakarta ini akan dikembangkan ke Jakarta International Stadium (JIS). Terus sekarang trasenya berubah dari Vellodrome ke Manggarai, sesuai trase lama. Jadi, melanjutkan dari Rawamangun ke Manggarai sehingga trasenya lebih panjang,” kata Gembong.

Sebelumnya, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono melalui RUPS Sirkuler Jakpro menyetujui untuk mengangkat Iwan Takwin sebagai Direktur Utama Perseroan. 

Lalu I Gede Adi Adnyana T Adrian Rusmana, Solihin dan Adi Santosa masing-masing sebagai Direktur Perseroan. 

RUPS Sirkuler Jakpro ini juga menyetujui untuk mengangkat Dwi Wahyu Daryoto sebagai Komisaris Perseroan yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirut PT Jakpro. []