Rekan Moeldoko Bikin Partai Baru, Anak Buah AHY Ingatkan Tak Dompleng Nama Besar Demokrat 

Partai Demokrat/Net
Partai Demokrat/Net

Mantan politikus Demokrat, Subur Sembiring yang juga pentolan kubu Moeldoko dipastikan akan membentuk partai baru. Langkah ini dilakukan karena kubu Moeldoko gagal membegal Partai Demokrat setelah menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) abal-abal di Deli Serdang, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. 


Menanggapi hal ini, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Taufik Hidayat memastikan Subur Sembiring bukan siapa-siapa lagi di Partai Demokrat. Menurutnya, Subur telah dipecat secara tidak hormat oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

"Subur ini bukan siapa-siapa lagi, sudah dipecat tak terhormat, bukan pula pendiri dan deklarator (FKPD," kata Taufik dalam akun Twitter pribadinya yang dikutip redaksi, Sabtu (11/6).

"Kalo mau bikin partai silahkan tapi jangan dompleng nama besar partai Demokrat dgn pakai logo yg mirip2, subuuurrr..." sambungnya.

Diketahui, Subur Sembiring yang masih mengaku-aku sebagai Plt Ketua Umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) menyebutkan kubu Moeldoko sudah move on.

“Kita sudah move on, saatnya melihat ke depan,” kata Subur.

Menurutnya, muncul sejumlah nama yang diusulkan untuk partai baru itu. Seperti nama Partai Demokrat Perjuangan, Partai Demokrat Pembaruan, Partai Demokrat Bersatu, hingga Partai Demokrat Nusantara.

“Partai Demokrat Agung juga ada. Ini tandanya, kami para pendiri ini tetap menjadi demokrat yang siap berkontestasi di pesta demokrasi mendatang. Ini untuk bangsa Indonesia,” kata Subur.

Subur mengakui tidak mudah mendirikan sebuah partai politik. Terlebih, waktunya sudah sangat mepet. Sesuai jadwal, pendaftaran parpol kontestan Pemilu 2024 sudah dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada awal Agustus 2022 atau kurang dua bulan lagi.

Belum lagi, sebuah partai wajib memiliki Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), sebagai sebuah legalitas awal. Soal legalitas bukan tak jadi soal. Begitu kongres beres, secara kilat langsung didaftarkan ke Kemenkum HAM.

“Kita akan menjadi partai yang terbuka. Tidak seperti dahulu yang eksklusif para pendiri Partai Demokrat. Siapapun bisa bergabung. Termasuk, nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko,” demikian Subur. []