Resimen Mahasiswa Kirim Satu Peleton Relawan Bantu Korban Gempa Cianjur

Satgas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan para relawan mengevakuasi jenazah korban tanah longsor di Cianjur/Ist
Satgas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan para relawan mengevakuasi jenazah korban tanah longsor di Cianjur/Ist

Komando Siaga Bencana Komando Resimen Mahassiswa (Konas Menwa) Indonesia dan Menwa Jayakarta Satgas Kemanusiaan mengirim satu peleton relawan untuk membantu penanganan bencana gempa Cianjur, Jawa Barat, Minggu (27/11).


Wakil Komandan Detasemen Siaga Operasi Penanggulangan Bencana (Densiops) Achmad Eri mengatakan, relawan Menwa bertugas untuk menyusuri daerah-daerah pasca gempa bumi yang mengakibatkan tanah longsor.

"Menwa hadir untuk membantu korban bencana Cianjur dengan menyalurkan bantua kebutuhan korban, tim pencarian korban dan tim trauma healing," kata Achmad Eri melalui siaran persnya.

Achmad Eri menerangkan, Konas Menwa Indonesia dan Menwa Jayakarta juga akan terus menyalurkan paket bantuan sembako untuk para korban gempa bumi Cianjur.

"Donasi ini dilakukan dalam rangka misi kemanusian sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," kata Achmad Eri.

Terkait pelaksanaan evakuasi korban tanah longsor akibat gempa bumi, Achmad Eri mengaku tim gabungan memiliki banyak kendala di lapangan.

"Tetapi hambatan itu tidak menyurutkan semangat tim gabungan untuk mencari korban yang hilang atau tertimbun tanah longsor," demikian Achmad Eri.

Sementara, hingga Minggu (27/11), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 321 orang meninggal dunia akibat gempa di Cianjur.

Kepala BNPB Suharyanto menyebut, total jumlah korban tersebut terhitung setelah ditemukannya tiga jenazah pada hari ini oleh satgas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan para relawan.

"Terkait dengan pencarian dan pertolongan korban, hari ini ditemukan tiga jenazah. Berarti dengan ditemukannya tiga ini, sampai hari ini yang meninggal dunia menjadi 321 orang," kata Suharyanto dalam konferensi pers, dikutip dari Youtube BNPB, Minggu sore (27/11).

Sementara itu, Suharyanto mengungkapkan, hingga saat ini masih ada 11 orang hilang.

Sedangkan jumlah pengungsi sampai hari ini mencapai 73.874 orang. Rinciannya, pengungsi laki-laki 33.713 orang, perempuan 40.161 orang, penyandang disabilitas 92 orang, ibu hamil 1.207 orang, dan lansia 4.240 orang.

Sedangkan, korban luka berat sebanyak 108 orang. Dia mengatakan, mereka saat ini tengah mendapat perawatan di rumah sakit.

Secara keseluruhan, ada 325 titik pengungsi yang tersebar di semua wilayah Cianjur. Dari total titik pengungsian, 183 di antaranya titik pengungsi dengan jumlah di atas 25 orang.

Selain itu, ada 142 titik pengungsian mandiri, artinya masyarakat yang mendirikan tempat-tempat pengungsian di sekitar rumahnya masing-masing dengan jumlah pengungsi di bawah 25 orang. []