RS Covid-19 Hampir Penuh, DPRD Sarankan Pemprov Kembalikan Pasien Luar DKI Ke Daerah Asal

RS Covid-19 Jakarta hampir penuh/lst
RS Covid-19 Jakarta hampir penuh/lst

Angka penggunaan tempat tidur di rumah sakit di DKI Jakarta saat ini telah mencapai 87 persen karena melayani warga lintas Provinsi.


Adapun sebanyak 24 Persen kapasitas RS di Jakarta terisi oleh pasien dari Bodetabek. Sementara 63 persen berasal dari Warga DKI Jakarta. 

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi E DPRD DKI, Iman Satria menyarankan Pemprov DKI dapat membatasi warga luar Jakarta yang positif dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. Sebab saat ini kapasitas ruang perawatan Covid-19 sudah hampir penuh. 

Kendati begitu, politisi partai Gerindra ini meminta Pemprov DKI bukan menolak pasien dari luar daerah Ibu Kota tetapi merujuk ke rumah sakit domisili tempat tinggal pasien. 

Namun sebelum itu dilakukan, Pemprov DKI harus memastikan dalam proses rujukan pasien dalam keadaan baik dan tak menimbulkan masalah. 

"Kalau bisa dikembalikan ke daerah awal," ujar Iman Satria saat dihubungi wartawan, Selasa (19/1).

Menurutnya, dalam proses ini Pemprov DKI wajib intensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah pasien tersebut atau rumah sakit rujukan Covid-19 di sana

"Tapi bukan dilepaskan, dibantu koordinasi kalau memang gak ada dibantu gitu," papar Iman.

Ia pun tak mempersoalkan warga luar Jakarta yang terpapar corona dirawat di Jakarta. Hanya saja harus ada ketentuannya mengingat kasus corona di DKI terus meningkat namun ketersediaan ruang perawatan semakin menipis. 

"Kita berurusan dengan nyawa, tapi memang harus ada juga kriteria-kriteria yang bisa diterapkan," tutupnya. 

Seperti diketahui, keterisian ruang perawatan pasien Covid-19 di Jakarta sudah hampir penuh. Kini kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 diperkirakan hanya tersisa 13 persen. 

"Rumah sakit di Jakarta. Kapasitas tersisa 13 persen Iagi untuk menampung pasien COVlD-19," tulis akun resmi Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta, pada Selasa (19/1). 

Adapun angka penggunaan tempat tidur di rumah sakit rujukan atau Bed Occupancy Rate (BOR) di DKI sebanyak 87 persen. Karena rumah sakit Covid-19 di Jakarta melayani warga lintas provinsi. 

Kalau memperhitungkan warga Jakarta maka angkanya hanya sebesar 63 persen. Sedangkan BOR di Provinsi Banten 79 persen, DIY 78 persen, Jawa Barat 73 persen dan Jawa Timur 69 persen. []