RS Mary-Warga Diminta Mediasi soal Polemik Portal 

Gerbang Perumahan Cileungsi Hijau, Kabupaten Bogor/Ist
Gerbang Perumahan Cileungsi Hijau, Kabupaten Bogor/Ist

Sebagian masyarakat yang merupakan pasien mengeluhkan akses menuju Rumah Sakit (RS) Mary Cileungsi Hijau, yang dinilai agak terhambat. Ini terjadi setelah adanya jadwal buka-tutup akses menuju Perumahan Cileungsi Hijau, yang di dalamnya terdapat RS Mary. 


Pasien yang hendak berobat merasa terganggu kelancarannya mengakses fasilitas kesehatan RS Mary, terlebih ketika malam hari.

"Akses masuk RS Mary seharusnya jalur bebas hambatan, sebab pasien yang hendak berobat tidak bisa menunggu petugas sekuriti yang cukup menyita waktu membuka pintu gerbang," kata keluarga pasien inisial RH (45), warga Desa Klapanunggal, Minggu (25/9).

Ia menyarankan agar pihak pengembang perumahan atau pengurus warga perumahan, menggeser gerbang tersebut agak ke dalam. Sehingga akses ke rumah sakit menjadi lebih mudah. 

"Inikan untuk kepentingan sosial, dan kalau tidak salah lahannya juga masuk fasum, jadi ada baiknya tidak perlu menggunakan portal. Atau lebih bagus lagi, kalau pasang portalnya di pos yang agak ke dalam," saran RH.

Sementara, pegawai PT Thata Prakarsa Nusa Anang mengatakan, pemasangan portal untuk menghindari terjadinya pencurian dan hal-hal lainnya.

Selain itu, adanya pos dan pintu gerbang di depan agar perumahan juga agar mudah dilihat oleh siapapun.

Anang membantah adanya jadwal buka-tutup gerbang perumahan menghambat akses ke rumah sakit. Sebab RS Mary memiliki pintu akses lainnya, selain melalui gerbang masuk perumahan. 

"Kalau akses masuk pasien yang hendak ke Rumah Sakit Mary, di sana juga ada. Dan RS Mary juga punya pintu masuk tersendiri di sebelah," kata Anang. 

Sekretaris Desa Cileungsi, Supendi menjelaskan, salah satu alasan pintu gerbang perumahan didirikan karena di lokasi itu dahulu banyak aksi kejahatan pembegalan.

"Jalan itu kan bukan jalan RS Mary, tapi jalan warga. Namun lahan fasum itu belum diserahkan ke pemda karena di sana masih ada pembangunan. Jadi yang bisa menentukan itu dinas terkait, yakni ada Dinas Tata Ruang," kata Supendi.

Humas RS Mary, Karyadi menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan pembangunan gedung maupun pintu masuk tanpa mengganggu akses warga perumahan. 

"Manajemen hanya berharap adanya titik temu yang lebih baik. Terlebih hal ini demi kepentingan masyarakat banyak," kata Karyadi. []