RTH DKI Cuma 9,4 %, DPRD Akan Bantu DKI Tagih Pengembang Setor Fasos Fasum

Ida Mahmudah/RMOL
Ida Mahmudah/RMOL

Komisi D DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Senin (1/3).


Pada kesempatan itu, Komisi D DPRD DKI Jakarta menyoroti perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang merupakan kegiatan prioritas Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI di tahun anggaran 2021.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta kegiatan prioritas ini dapat direalisasikan segera secara optimal, mengingat saat ini luas RTH di ibu kota hanya baru mencapai 9,4%.

“Ini sangat penting, sebab dalam Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, telah diatur proporsi RTH pada setiap kota paling sedikit harus memiliki 30% dari luas wilayah kota, sementara kita baru mencapai 9,4%,” kata Ida.

Politisi PDI Perjuangan itu bahkan bersedia menjadi perantara untuk menagih kepada pengembang yang hingga saat ini belum menyerahkan sebidang lahan fasos fasum untuk dijadikan RTH.

“Kami siap menjadi penagihnya kalau Pemda mau memberikan data kepada kami. Sebab banyak juga pengembang yang belum menyerahkan ini, harapan saya Pemda segera mengejar kewajiban pengembang yang selama ini belum menyerahkan fasos fasum,” kata Ida.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh. Menurutnya perluasan melalui pembangunan dan penataan RTH terutama di musim penghujan bisa menjadi salah satu solusi pengurangan banjir di Jakarta.

“RTH ini harus kita fokuskan sesuai undang-undang, sebab target RTH kita harus mencapai 30% loh. Saya juga yakin dengan ini bisa juga menjadi solusi pengurangan banjir, maka dari itu kegiatan ini memang seharusnya jadi kegiatan prioritas Dinas Pertamanan,” kata Nova. []