Sama seperti Keinginan 277 Juta Rakyat, Firli Rindu Indonesia Bebas Korupsi

Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) bersama Ketua Umum JMSI Teguh Santosa/RMOL
Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) bersama Ketua Umum JMSI Teguh Santosa/RMOL

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meyakini lembaga antirasuah tidak akan pernah bubar. Firli menyatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk membersihkan Indonesia dari tindakan korupsi.


Firli meyakini 277 juta rakyat Indonesia merindukan negaranya bebas praktik korupsi. Purnawirawan jenderal polisi bintang tiga itu menegaskan bahwa apa yang ia rasakan sama dengan yang diinginkan seluruh rakyat Indonesia.

"Saya hanya rindu dan memiliki cita-cita keinginan bahwa Indonesia bersih dan bebas dari korupsi. Saya yakin kerinduan dan keinginan saya sama dengan keinginan lebih dari 277 juta rakyat Indonesia," kata Firli dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/6).

Lebih lanjut mantan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri ini menyatakan pihaknya akan terus bekerja. Ia memastikan bahwa kinerja KPK tidak menurun meskipun dalam dua tahun terakhir Indonesia dilanda pandemi virus corona baru (Covid-19).

Firli kemudian mengungkapkan penanganan kasus rasuah selama tahun 2021. Secara detail, ada 128 perkara yang sedang dalam tahap penyelidikan dan 107 perkara sedang disidik, sementara itu 122 perkara telah masuk ke tahap penuntutan.

Selain itu, kasus rasuah yang sudah inkracht sebanyak 95 perkara dengan 97 perkara sudah tereksekusi. Total tersangka yang ditahan oleh KPK sepanjang tahun 2021 sebanyak 127 orang.

Lebih lanjut, mantan Kapolda Sumsel ini juga mengulas tentang data perkara yang ditangani KPK hingga 30 Mei 2022.  Untuk perkara di tahap penyelidikan sebanyak 57 perkara, tahap penyidikan 46 perkara. Sementara yang sudah incraht sebanyak 43 perkara dan sudah tahap eksekusi 37 perkara.

"Jumlah tersangka yang ditahan sebanyak: 46 orang tersangka," kata Firli.

Dalam menjalankan kinerjanya sebagai orang nomor satu di KPK, Firli mengungkapkan bahwa untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan asset recovery yang disetor ke kas  negara selama tahun 2021 sebesar Rp 491 miliar lebih.

"Adapun untuk PNBP dan asset recovery yang telah disetorkan ke kas negara sejak 1 januari 2022  sampai 30 mei 2022 sebesar Rp 250,6 miliar," pungkas Firli. []