Sambil Menangis, Nia Ramadhani Bacakan Permohonan Maaf

Nia Ramadhani, Ardi Bakrie serta sopirnya ZN dihadirkan pertama kali dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu sore (10/7)/Repro
Nia Ramadhani, Ardi Bakrie serta sopirnya ZN dihadirkan pertama kali dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu sore (10/7)/Repro

Pasca ditangkap gara-gara tersandung kasus narkoba, Nia Ramadhani, Ardi Bakrie serta sopirnya ZN dihadirkan pertama kali dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu sore (10/7).


Berdasarkan pantauan dari live Instagram @polresmetrojakartapusat, Nia dan Ardi sama-sama memakai baju tahanan berwarna orange.

Dengan memakai topi, masker dan baju lengan panjang, Nia tampak membawa secarik kertas berwarna putih.

Kertas putih itu berisi kalimat pernyataan maaf yang telah disiapkan Nia sebelumnya.

"Sore hari ini mohon izinkan saya, dengan segala kerendahan hati untuk mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, kepada seluruh pihak yang terkait, khususnya keluarga besar saya, sahabat, teman-teman, orang-orang yang mengasihi saya," kata Nia sambil menunduk.

Nia mengaku bersalah dengan perbuatannya. Karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk membukakan pintu maaf sebesar-besarnya.

"Terutama sekali lagi yang saya kasihi, orang tua saya dan seluruh keluarga besar, terutama anak-anak saya," kata Nia.

Saat membacakan pesan tersebut, Nia sempat menahan air matanya.

Namun, Ardi yang berada di belakang kanan Nia langsung mendekat saat tahu istrinya membaca dengan terbata-bata.

Seperti diketahui, kasus penggunaan sabu ini bermula saat polisi menangkap sopir Nia Ramadhani berinisial ZN di daerah Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Rabu (7/7).

Polisi menemukan barang bukti satu klip sabu seberat 0,78 gram. Kepada polisi, ZN mengaku barang haram tersebut merupakan milik Nia.

Dari informasi itu, polisi lantas menangkap mantan pemain sinetron "Inikah Rasanya" itu dan turut menyita satu buah bong atau alat isap sabu. 

Nia kemudian mengaku dirinya mengonsumsi sabu tersebut bersama suaminya. Ardi pun kemudian menyerahkan diri malam harinya.

Ketiganya saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Jakarta Pusat. 

Mereka dijerat Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.[]