Sandiaga Berpotensi Tinggalkan Gerindra Jika Kembali Diduetkan dengan Anies

Kampanye Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat Pilkada DKI Jakarta 2017/Net
Kampanye Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat Pilkada DKI Jakarta 2017/Net

Pilpres 2024 memang masih tiga tahun lagi digelar, namun kader Partai Gerindra sudah kompak untuk kembali mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto sebagai calon presiden.


Namun hingga kini Menteri Pertahanan belum merespons dorongan dari anak buahnya tersebut.

Meski begitu, Prabowo berpeluang besar akan  mengikuti Pilpres untuk keempat kalinya.

"Prabowo akan memutuskan hal itu hanya mencari waktu yang tepat saja," kata pengamat komunikasi dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga, Rabu (9/6). 

Menurut Jamiluddin, hal itu tentunya menutup peluang bagi Sandiaga Salahudin Uno untuk maju jadi capres pada Pilpres 2024. 

Sebab, kecil kemungkinan bagi Gerindra untuk mencalonkan pasangan Prabowo dan Sandi mengingat perolehan suara partai tidak cukup untuk mengusung sendiri. 

Dilihat dari elektabilitas, memang Prabowo jauh lebih tinggi dari Sandi. Karena itu, dilihat dari realitas politik, Gerindra memang logis mengusung Prabowo daripada Sandi. 

"Bagi Sandi, hal itu memang menutup peluangnya ikut kontestasi pada Pilpres 2024 bila tetap bertahan di Gerindra. Sandi harus bersabar menunggu giliran pada Pilpres 2029," kata Jamiluddin dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Soal peluang Sandi keluar dari Gerindra tentu ada. Namun, hal itu akan dilakukannya bila mendapat tawaran dari partai lain akan dipasangkan dengan calon yang berpeluang menang sangat besar.

"Misalnya Sandi dipasangkan untuk mendampingi Anies. Partai yang mengusung mereka juga diyakininya solid. Bila dua hal ini dipenuhi, ada kemungkinan Sandi keluar dari Gerindra," ujar Jamiluddin. 

Namun, melihat sosok Sandi selama ini, peluangnya keluar dari Gerindra relatif kecil. 

Sebab, Sandi bukan sosok ambisius yang mudah goyah hanya karena tawaran jabatan. 

Selain itu, Sandi juga tipikal yang loyal. Dia tidak mudah goyah, apalagi menjadi kutu loncat. 

"Atas dasar pertimbangan itu, Sandi tampaknya akan bertahan di Gerindra. Dia akan sabar menunggu giliran pada Pilpres 2029," demikian Jamiluddin. []