Santoso Tagih Kejagung Tetapkan Tersangka Skandal Impor Emas

Anggota Komisi III DPR RI Santoso/Repro
Anggota Komisi III DPR RI Santoso/Repro

Kasus dugaan tindak pidana korupsi impor emas yang merugikan keuangan negara hingga Rp47,1 triliun mendapat sorotan tajam saat rapat Komisi III DPR RI dengan Jampidsus dan Jampidum Kejaksaan Agung pada Rabu (23/3).


Anggota Komisi III DPR RI Santoso menagih janji Kejaksaan Agung yang akan menetapkan tersangka importasi emas sejak tujuh bulan lalu.

"Kasus importasi emas seperti listrik yang kekurangan daya, redup," kata Santoso.

Untuk mencegah meredupnya kasus importasi emas, Santoso mendorong terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) Importasi emas.

"Kerugian negara hingga Rp47 triliun, tapi sampai sekarang belum ada tersangkanya," kata politikus Demokrat ini.

Santoso mengingatkan agar kasus tersebut jangan sampai meredup, bahkan hilang karena tenggelam dengan adanya isu pengunduran waktu Pemilu 2024 yang sedang ramai ini. 

Santoso menambahkan, memasuki masa sidang, dirinya akan serius mengusulkan terbentuknya Pansus Importasi Emas.

Diketahui, skandal impor emas tersebut bermula dari memanipulasi informasi yang tidak benar sehingga logam mulia tersebut tak dikenai biaya impor sebesar 5 persen dan pajak penghasilan impor senilai 2,5 persen.

Karena adanya manipulasi tersebut negara berpotensi kehilangan pendapatan sebesar Rp 2,9 triliun. Angka itu merupakan pajak dari total nilai emas sebesar Rp 47,1 triliun.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memastikan Kejaksaan Agung akan mengungkap tuntas kasus penggelapan terkait importasi emas yang melibatkan Kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kepastian itu disampaikan Burhanuddin dalam keterangan pers virtual, Kamis (24/2). []