Satu Orang Bocah Berusia 1,5 Tahun Jalani Isolasi di Rusun Nagrak Bareng 104 Pasien Lainnya

Direktur Utama Jakarta Experience Board Novita Dewi/Ist
Direktur Utama Jakarta Experience Board Novita Dewi/Ist

Rumah Susun (Rusun) Nagrak di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara sudah mulai dioperasikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.


Rusun tersebut khusus jadi tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG. 

Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) atau Jakarta Experience Board (JXB) Novita Dewi mengatakan, untuk mendukung pelayanan, Rusun Nagrak menyediakan sejumlah fasilitas pendukung.

Selain poliklinik, menurut Novita, Rusun Nagrak juga menyiapkan berbagai prasarana kamar seperti velbed, peralatan mandi dan kebersihan di dalam kamar.

Menurut Novita, hingga Selasa sore (22/6), tercatat ada 105 pasien OTG yang menjalani isolasi di Rusun Nagrak.

"Senin masuk sejumlah 9 orang, dan hari ini 96 orang," kata Novita dalam keterangannya, Rabu (23/6).

Novita menambahkan, tercatat ada satu pasien anak berusia 1,5 tahun yang menjalani isolasi di Rusun Nagrak.

Rusun Nagrak sendiri ada empat tower yang difungsikan sebagai tempat isolasi.

"Kapasitas masing-masing tower 255 unit, jadi maksimal 4.080 unit," kata Novita.

Novita melanjutkan, dibukanya Rusun Nagrak sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 merupakan respon cepat dari Pemprov DKI, karena melambungnya angka penularan Covid-19 di ibu kota.

Ia menuturkan, selama 1,5 tahun JXB diberikan kepercayaan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menyiapkan akomodasi bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di Jakarta. 

Hingga hari ini, JXB telah mengakomodasi 2.132 Nakes yang menginap di enam unit hotel. 

"Program pelayanan Nakes merupakan kolaborasi yang terjalin antara JXB, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, PT Transjakarta serta didukung oleh perusahaan swasta maupun masyarakat melalui berbagai donasi," demikian Novita.

Rusun Nagrak bukanlah komplek rusun kosong. Dari 14 tower, terdapat 4 tower yang sudah dihuni warga.

Tower yang akan digunakan sebagai fasilitas isolasi mandiri pasien tanpa gejala adalah tower 1-5.

Sementara itu, masing-masing tower di Rusun Nagrak terdiri dari 16 lantai, dan masing-masing lantai memiliki 17 kamar. Masing-masing unit bisa diisi dua hingga hingga empat pasien. []