Sebut Amien Rais Pengkhianat Bangsa, IMM: Try Sutrisno Tak Paham Sejarah

RMOL. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyayangkan pernyataan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno yang menyebutkan Amien Rais sebagai penghianat bangsa terkait amandemen UUD 1945.


Ketua DPP IMM Ahmad Fauzi Syahputra menyampaikan, harusnya Try Sutrisno tidak perlu bicara seperti itu di ruang publik apalagi menyangkut persoalan sejarah bangsa dan politik di era reformasi tahun 1998.

"Kami sangat menyayangkan perkataan Try Sutrisno terkait jihad politik Pak Amien Rais dalam proses amandemen UUD 1945," kata Fauzi, di Jakarta, Minggu (24/6).

Ia menambahkan, sebagai tokoh bangsa Try Sutrisno mestinya mengetahui lebih jernih duduk persoalan politik di tahun itu, dimana era reformasi tidak dapat dibendung, termasuk terkait amandemen terhadap UUD 1945.

"Tidak pantas Pak Try menyalahkan Pak Amien Rais, padahal saat itu kekuatan politik menginginkan adanya perubahan atau amandemen terhadap UUD 45. Ini membuktikan Pak Try tidak paham sejarah reformasi," katanya.

Fauzi menuturkan, dengan amandemen masyarakat menyambut baik dengan harapan adanya perubahan dalam sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia, termasuk soal masa jabatan presiden lebih dari 2 periode.

Dengan demikian, Fauzi yakin, Amien Rais akan sangat terbuka untuk mendiskusikan persoalan ini, terlebih-lebih kepada Try Sutrisno, tentunya itu dilakukan dengan niat baik tanpa bermaksud saling menyalahkan.

Diketahui, komentar Try Sutrisno itu disampaikan saat memberikan pidato di Silaturahmi Nasional TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9). Try mengaku pernah mengingatkan Amien bahwa usulan melakukan amandemen UUD 1945 adalah sebuah langkah yang salah.

"Tetapi setelah terjadi diketok dan empat kali diamandemen, kesepakatan semuanya tidak dijalankan oleh MPR sesuai catatan kita. Kalau kata orang Pak Ali Sadikin lebih keras bicara. Pengkhianat bangsa ini Amien Rais," tegas Try.[dem]