Sediakan Tenaga Kesehatan, PKS Ikut Genjot Percepatan Vaksinasi Nasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMK Pembangunan Jaya, Jakarta Selatan yang digelar Satuan Nasional Penanggulangan Dampak Covid-19 DPP PKS/Ist
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMK Pembangunan Jaya, Jakarta Selatan yang digelar Satuan Nasional Penanggulangan Dampak Covid-19 DPP PKS/Ist

Satuan Nasional Penanggulangan Dampak Covid-19 (Satnas PDC) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Selatan, SMK Pembangunan Jaya dan DPW PKS DKI Jakarta juga Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta melakukan percepatan vaksinasi nasional yang menjadi program pemerintah saat ini.


Hal ini disampaikan Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satnas Penanggulangan Dampak Covid-19 Israyani saat menggelar pelaksanaan vaksin di SMK Pembangunan Jaya, Jakarta Selatan.

“Dukungan kami terhadap percepatan vaksinasi nasional ini dengan menyiapkan tenaga medis diantaranya dokter dan vaksinator,” kata Israyani yang juga anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta kepada redaksi, Minggu (1/8).

Pelaksanaan vaksinasi di SMK Pembangunan Jaya turut dihadiri langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tengah melakukan inspeksi  pelaksanaan vaksinasi di ibu kota.

Anies menyampaikan terima kasihnya kepada Tim Satnas PDC DPP PKS, DPW PKS DKI Jakarta dan Anggota DPRD DKI Fraksi PKS yang telah menjadi mitra dalam menuntaskan program vaksinasi. 

“Kita menginginkan warga DKI Jakarta sehat, selamat melewati masa pandemi ini,” kata Anies.

Anies mengaku bersyukur dengan pelaksanaan vaksinasi di Jakarta. Karena dari data yang diterima, warga yang sudah tervaksinasi, kalaupun terpapar virus sars-cov2 maka resiko terjadinya perburukan akan menjadi kecil, apalagi terjadinya resiko fatalitass. Kalaupun terpapar gejalanya ringan atau tanpa gejala.

“Dari 4,2 juta warga yang mendapat vaksinasi minimal dosis 1, ada  2,3 % yang tetap terinfeksi jadi dalam statistik sangat kecil,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Pemprov DKI juga akan terus mendorong vaksinasi agar masyarakat bisa terlindungi. Dalam konteks itu pemerintah tidak bisa menjalankannya sendiri, karena vaksin ini beda dengan membagi bansos.

“Kalau bagi bansos pasang tenda taruh bansos semua datang, kalau vaksinasi harus mendatangkan orang, punya vaksinnya saja, ada dokternya, ada tenaga medisnya ada tempatnya belum tentu datang,” sambungnya.

Anies menambahkan, kalau vaksinnya 1.000 yang datang, orang yang mau divaksin hanya 200 maka catatannya bukan 1.000 tapi 200. Maka penentunya bukan sekedar suplainya vaksin tapi permintaan dari masyarakat.

Anies mengapresiasi PKS yang telah mengorganisir, namun yang terpenting adalah menghadirkan warga untuk ikut vaksinasi.

"Dengan itu insya Allah nantinya Jakarta dapat menuntaskan vaksinasi untuk seluruh penduduknya. Alhamdulillah saat ini sudah memvaksin 7,5 juta orang se Jakarta,” pungkas Anies.

Hadir dalam acara vaksinasi tersebut antara lain, Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti, Plt. Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Kepala Puskesmas Jakarta Selatan, Sekretaris Satnas PDC DPP PKS Iqbalur Ramadan, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin, Anggota  DPRD DKI Fraksi PKS Achmad Yani dan Kepala Sekolah SMK Pembangunan Jaya Muhammad Thamrin.[]