Sekda DKI Instruksikan Anak Buahnya Terbitkan SIKM Paling Lambat 3 Jam

Sekda DKI Jakarta Marullah Matali/Net
Sekda DKI Jakarta Marullah Matali/Net

Pemerintah resmi menerapkan larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah yang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang.


Selama periode tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan surat izin keluar masuk (SIKM) dalam rangka mengendalikan penduduk. 

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali mengeluarkan Instruksi Sekda Nomor 51/2021 tentang Pelaksanaan Percepatan Pemberian Layanan SIKM. 

Dalam instruksinya, Marullah meminta para wali kota dan bupati agar memonitor pelaksanaan percepatan pemberian layanan SIKM di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta selama masa peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada masing-masing wilayah kota dan kabupaten. 

"Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu memerintahkan kepada para Kepala Unit PTSP Kelurahan untuk melakukan percepatan verifikasi persyaratan pelayanan pemberian layanan SIKM di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Selama Masa Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah," demikian bunyi Insekda yang diteken Marullah pada Kamis kemarin (6/5).

Selanjutnya para camat juga diminta memonitor pelaksanaan percepatan pemberian ayanan SIKM pada masing masing wilayah kelurahan di lingkup wilayah kerjanya. 

Setelah itu, para lurah melaksanakan percepatan pemberian layanan SIKM di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta selama masa peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. 

"Pelaksanaan percepatan pemberian layanan SIKM di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta selama masa peniadaan mudik Hari Raya IduI Fitri 1442 Hijriah kepada masyarakat dikeluarkan paling lambat 3 jam setelah proses permohonan masuk kedalam sistem layanan jakevo.jakarta.go.id," tutup Insekda tersebut. 

Sebelumnya, lewat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 569 Tahun 2021 disebutkan penerbitan SIKM dilakukan paling lama  dua hari sejak persyaratan dinyatakan lengkap dan berlaku selama masa peniadaan mudik dari tanggal 6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021. 

SIKM ini diberikan kepada orang perorangan yang melakukan perjalanan untuk kepentingan non mudik yaitu kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi paling banyak dua orang.[]