Sekjen PKP Sesalkan Pernyataan Sutiyoso Soal TKA 

Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Syahrul Mamma/Net
Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Syahrul Mamma/Net

Mantan Kepala BIN Sutiyoso dalam acara 'Silaturahmi Tokoh & Ulama DKI Jakarta' yang tayang di YouTube JIC TV 18 Mei 2022 menyinggung banyaknya tenaga kerja asing asal China yang datang ke Indonesia. 


Sutiyoso pun memberikan contoh sejumlah negara yang mengalami perubahan akibat terlalu banyak tenaga asing seperti Singapura dan Malaysia.

Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 ini menilai masuknya ribuan TKA asal China akan mengganggu stabilitas nasional. Karena mereka tidak akan pulang ke negeri asalnya dan akan membuat penduduk asli tersisih.

“Contoh yang paling dekat Singapura, perdana menteri pertama orang Melayu, sekarang sudah tidak ada lagi. Lihatlah Malaysia sudah beberapa departemen dipimpin etnis ini (Tionghoa),” kata Sutiyoso.

Pernyataan Sutiyoso yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (dulu PKPI- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) periode 2010-2015 tersebut dinilai berbau rasis dan sangat menyinggung serta melukai perasaan etnis Tionghoa di Indonesia.

“Pada prinsipnya semua orang boleh saja berpendapat (di media). Namun harus didukung dengan analisa data yang akurat  dengan jelas dan transparan sehingga kesannya tidak tendensius yang dapat merugikan pihak lain," kata Sekjen PKP Syahrul Mamma dalam keterangannya, Rabu (25/5).

"Terlebih Bang Yos merupakan mantan Ketua Umum PKP sekaligus sebagai tokoh dan  sesepuh TNI saat ini," sambungnya.

Selain itu, kata Syahrul, Sutiyoso merupakan tokoh yang pernah membesarkan PKP,  tapi sayangnya membuat pernyataan yang justru dapat membingungkan masyarakat dan kesannya berbau rasis.

Mantan Wakabareskrim ini menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang majemuk dan menjunjung Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga sudah sepatutnya semua suku bangsa, ras dan agama memiliki kedudukan yang sama.

“Harapan kami, negara ini harus dijaga bersama-sama persatuannya. PKP adalah partai yang sangat jelas menyatakan sebagai garda terdepan dalam menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Syahrul.

Di sisi lain, Syahrul mengharapkan jika Sutiyoso memang memiliki analisis dengan data yang sangat akurat dan lengkap seperti yang disampaikan, maka sebaiknya langsung menyampaikan kepada pemerintah dengan saran dan solusi yang bersifat membangun untuk kemajuan bangsa.

“Saya rasa tidak sulit untuk dapat berkomunikasi langsung dengan pejabat pemerintah dalam mengkritisi dan mengingatkan kalau ada masalah,” kata Syahrul.

Syahrul yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI itu menambahkan, dampak dari pernyataan tersebut juga dapat menimbulkan adanya sikap rasis dan atau anti China di masyarakat.

“Tentu kalau ada sikap rasis dan anti China di masyarakat akibat dari pernyataan beliau, akan sangat berbahaya buat persatuan bangsa kita," demikian Syahrul.[]