Senator DKI Miris, Ribuan Sarjana Kedokteran Belum Lulus Uji Kompetensi Profesi

Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni/Net
Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni/Net

Ketua Badan Kerja Sama (BKSP) DPD RI, Sylviana Murni mengaku prihatin terhadap nasib ribuan sarjana Kedokteran yang masih belum lulus uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD).


Demikian disampaikan Sylviana Murni usai digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PSSI).

“Ini menjadi salah satu kendala yang dikhawatirkan menganggu pelayanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil,” kata Sylviana yang dikutip redaksi, Jumat (30/9).

Sylviana mengatakan, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan menganggu stabilitas dan menimbukan keresahan masyarakat terhadap potensi penyebaran penyakit menular.

Atas hal itu, Sylviana mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk melakukan percepatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Kedokteran.

“Misalnya pencegahan penyakit menular pada anak. Meskipun hari ini digencarkan imunisasi, tapi sebagai bagian dari langkah mitigasi maka perlu memperbanyak profesi dokter kemudian dilakukan perluasan dokter ke daerah terpencil,” kata Ketua Komite III DPD RI ini.

Ketua Umum PDSI, Jajang Edi Priyatno menyampaikan bahwa kekurangan dokter di daerah terpencil disebabkan kuota Fakultas Kedokteran yang tidak sebanding dengan jumlah peminat di fakultas tersebut.

Selain itu, kata Jajang, banyak dokter yang telah lulus namun tidak dapat membuka praktik karena terbentur kelulusan ujian kompetensi.

“5000 orang dokter indonesia tidak bisa praktik karena terbentur dengan kelulusan ujian kompetensi yang regulasinya diadakan kolegium Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” kata Jajang. []